Breaking News:

Berita Kriminal

Kernet Truk di Kebumen Ditangkap Polisi, Jual Pil Hexymer Tanpa Resep Dokter

Warga Desa Kedungwinangun, Kecamatan Klirong, Kebumen, harus berurusan dengan Sat Reskrim Polres Kebumen lantaran diduga mengedarkan pil hexymer.

TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Seorang kernet truk, SS (24), warga Desa Kedungwinangun, Kecamatan Klirong, Kebumen, diamankan Polres Kebumen lantaran diduga mengedarkan pil hexymer, Kamis (29/4/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Seorang kernet truk, SS (24), warga Desa Kedungwinangun, Kecamatan Klirong, Kebumen, harus berurusan dengan Sat Reskrim Polres Kebumen lantaran diduga mengedarkan pil hexymer.

Ia harus pasrah saat polisi menyita barang bukti ratusan butir pil hexymer yang dikemas dalam plastik klip warna bening.

Akibat perbuatannya, SS dijerat dengan Pasal 196 Jo Pasal 98 ayat (2) UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

Kasat Resnarkoba AKP Paryudi mengatakan, SS ditangkap Sat Resnarkoba pada hari Sabtu (6/3/2021), sekitar pukul 18.30 WIB di depan rumahnya.

"Informasi yang kami dapat, tersangka SS ini mengedarkan pil hexymer secara ilegal kepada warga masyarakat," jelas AKP Paryudi, Kamis (29/4/2021).

Baca juga: Tak Lama Lagi, Pemkab Luncurkan Kartu Kebumen Sejahtera, Penerima Manfaat Bakal Dapat Ini

Baca juga: AM Belum Bisa Bersyukur, Kambuh Seusai Peroleh Asimilasi, Warga Sruweng Kebumen Ini Curi Motor Lagi

Baca juga: Pekan Ini Pemberlakuan Jalur Satu Arah di Kebumen, Uji Coba di Empat Titik, Berikut Data Lengkapnya

Baca juga: Jabatan Setingkat Kasi dan Kasubbag Bakal Dihapus, Bupati Kebumen: Diberlakukan Mulai Juni 2021

Dari penangkapan itu, polisi menyita barang bukti 11 plastik klip warna bening berisikan masing masing 11 butir obat jenis hexymer, serta satu strip atau delapan butir obat tramadol.

Kepada polisi, SS mengaku, ratusan pil koplo itu ia dapatkan dari seseorang di Kabupaten Tanggerang.

Ia mendapatkan pil itu saat bekerja menjadi kernet. Kebetulan, kata dia, tujuan truk yang dikerneti adalah Kabupaten Tangerang, tempat obat itu dia peroleh.

SS memperoleh lima belas paket hexymer dengan harga Rp 250 ribu.

Selanjutnya, SS menjualnya kembali dengan keuntungan tiap paketnya Rp 30 ribu, kepada masyarakat Kebumen.

"Sudah beberapa kali tersangka menjual. Tersangka sudah mendapatkan keuntungan dari menjual pil ini," imbuh Paryudi.

Paryudi menjelaskan, pil hexymer masuk kategori obat yang dikonsumsi harus menggunakan resep dokter.

Obat ini masuk kategori keras, dan diperuntukkan bagi pasien parkinson.

Jika dikonsumsi dalam jangka panjang oleh remaja, dapat mengakibatkan pikun lebih awal.

Pada kasus overdosis, obat ini bisa menyebabkan kematian. (*)

Baca juga: Gondol 3 Motor seusai Kencan di Hotel di Kabupaten Semarang, Agus: Ada 3 Anak yang Harus Dihidupi

Baca juga: Beri Komentar Tak Pantas di Facebook terkait KRI Nanggala 402, Pemuda di Batang Diciduk Aparat

Baca juga: 733 Perusahaan di Kudus Belum Konfirmasi Sanggup Bayar THR, Ini Langkah Pemkab

Baca juga: Geruduk Polresta Banyumas, Perangkat Desa Minta Laporan Pemerasan Oknum LSM ke Kades Diusut Tuntas

Penulis: khoirul muzaki
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved