Erupsi Kawah Sileri
Kabar Erupsi Kawah Sileri Dieng: Warga Batur Banjarnegara Perlihatkan Batu Besar yang Berasap
Suara gemuruh letusan sontak mengejutkan warga sekitar, khususnya di Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
Jaketnya tampak masih kotor terkena lumpur.
Beruntung ia mengenakan helm yang bisa melindungi kepalanya dari dampak letusan.

"Itu pengendara dari Bawang (Batang) mau ke Wonosobo," kata Sarwo Edi, tokoh masyarakat Desa Kepakisan kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (29/4/2021).
Selain pengendara motor, belum ada laporan adanya korban lain yang terdampak letusan.
Sementara warga sekitar, kata dia, bersikap biasa atas kejadian itu.
Maklum, mereka telah lama hidup berdampingan dengan kawah aktif yang sewaktu-waktu bisa erupsi.
Erupsi bagi masyarakat sekitar adalah hal wajar.
Meski warga tetap menaruh waspada terhadap risiko bencana di lingkungannya.
Ini pun bukan pertama kali Kawah Sileri meletus.
Libur Lebaran, Juli 2017, Kawah Sileri pernah meletus hingga melukai belasan wisatawan.
Nahas memang, saat bencana terjadi kalau itu, kawasan kawah sedang ramai wisatawan yang menikmati libur Lebaran.
Beda dengan bencana kali ini yang terjadi malam hari sehingga komplek kawah sepi dari aktivitas manusia.
"Dampaknya tidak terlihat jelas karena malam," katanya.
Karena cukup sering erupsi, masyarakat selama ini memang dilarang beraktivitas di bawah radius aman 200 meter dari bibir kawah. (Khoirul Muzakki)
Baca juga: Permatif Karangmangu Banyumas Gelar Donor Darah di Tengah Pandemi Covid, Terkumpul 32 Kantong
Baca juga: Muncul 2 Klaster Tarawih di Banyumas: 51 Orang Positif Covid, Prokes di Masjid Diperketat
Baca juga: Curhat Pemilik Jasa Travel di Purwokerto di Tengah Larangan Mudik: Terpaksa Tawarkan untuk Wisata
Baca juga: Loka POM Banyumas Temukan Teri Formalin, Hasil Sampel di Pasar Manis Purwokerto