Breaking News:

Teror Virus Corona

Muncul 2 Klaster Tarawih di Banyumas: 51 Orang Positif Covid, Prokes di Masjid Diperketat

Virus Covid-19 menginfeksi puluhan warga di Desa Pekaja, Kecamatan Kalibagor, dan Desa Tanggeran, Kecamatan Somagede. Ini menimbulkan klaster tarawih.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi pencegahan corona 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Penularan Covid-19 di antara jemaah tarawih muncul di Kabupaten Banyumas. Virus tersebut menginfeksi puluhan warga di Desa Pekaja, Kecamatan Kalibagor, dan Desa Tanggeran, Kecamatan Somagede.

Klaster jemaah tarawih ini bermula dari dua orang warga Desa Pekaja yang positif Covid.

Hasil tracing di klaster tarawih Desa Pekaja, yang dilakukan Dinkes Banyumas, total 44 orang positif Covid-19 dari klaster ini.

"Kami melakukan tracing, ditemukan total positif ada 44 orang," kata Bupati Banyumas Achmad Husein kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (29/4/2021).

Baca juga: Geruduk Polresta Banyumas, Perangkat Desa Minta Laporan Pemerasan Oknum LSM ke Kades Diusut Tuntas

Baca juga: Warga Indramayu Diamankan saat Melaju di Banyumas, Bawa Belasan Ribu Petasan Menuju Kebumen

Baca juga: Loka POM Banyumas Temukan Teri Formalin, Hasil Sampel di Pasar Manis Purwokerto

Baca juga: JADWAL Salat dan Buka Puasa Ramadan Hari Ke-17 di Banyumas, 29 April 2021

Husein menjelaskan, dari 44 orang positif itu, satu orang dirawat di RSUD Banyumas, sedangkan 43 orang menjalani isolasi mandiri.

Sementara itu, untuk kluster tarawih lain, terjadi di Desa Tanggeran, Kecamatan Somagede.

Dimana, terdapat tujuh orang positif yang sekarang sedang menjalani karantina di RK Diklat Baturraden, mulai 26 April 2021.

"Gejala ringan satu orang, mengalami batuk pilek. Sementara, enam orang lain, tanpa gejala," tambah dia.

Bupati menerangkan, klaster tarawih di Tanggeran ini bermula dari satu orang jemaah yang sudah sakit di awal Ramadan.

Akan tetapi, yang bersangkutan nekat berangkat tarawih ke masjid.

Baca juga: Kernet Truk di Kebumen Ditangkap Polisi, Jual Pil Hexymer Tanpa Resep Dokter

Baca juga: Gondol 3 Motor seusai Kencan di Hotel di Kabupaten Semarang, Agus: Ada 3 Anak yang Harus Dihidupi

Baca juga: Beri Komentar Tak Pantas di Facebook terkait KRI Nanggala 402, Pemuda di Batang Diciduk Aparat

Baca juga: 733 Perusahaan di Kudus Belum Konfirmasi Sanggup Bayar THR, Ini Langkah Pemkab

Meski muncul klaster tarawih di dua tempat, Husein memastikan tidak akan melarang salat tarawih berjemaah di masjid.

Hanya, dia bakal memperketat pengawasan terkait protokol kesehatan di setiap masjid.

"Dalam dua hari ini, akan ada pertemuan dengan tokoh agama dan forkompinda untuk membahas masalah ini," ujarnya. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved