Berita Semarang Hari Ini

Mau Terbitkan Buku Tapi Terkendala Modal? Coba Hubungi Penerbit Beruang di Peterongan Semarang Ini

Minimnya ekosistem perbukuan di Kota Semarang menjadi alasan Penerbit Beruang memberikan ruang kepada penulis lokal yang bermimpi menerbitkan buku.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/IDAYATUL ROHMAH
Santi Al Mufaroh menunjukkan buku Syair Rempah-Rempah di kantor Penerbit Beruang, Peterongan Timur Nomor 335, Semarang, Sabtu (17/4/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Layanan penerbit independen atau penerbit indie belakangan kian bermunculan di berbagai kota di Indonesia.

Kehadirannya menjadi alternatif bagi para penulis yang ingin mempublikasikan karya di tengah tidak mudahnya menerbitkan buku melalui penerbit mayor.

Di Kota Semarang, satu di antara penerbitan indie atau penerbit mandiri ini adalah penerbit "Beruang".

Baca juga: Penyegelan Gudang BBM Ilegal di Bawen, Kapolres Semarang: Kami Tidak Tahu, Mungkin Polda Jateng

Baca juga: Hanif Dapat Upah Rp 10 Juta Tiap Ambil Sabu di Semarang, Penggerebekan Rumah Pengedar di Kendal

Baca juga: Cegah Pemudik Curi Star, Pemkab Semarang Intensifkan Peran Satgas Jogo Tonggo, Ini Tugas Utamanya

Baca juga: PKB Kabupaten Semarang: Memang Ada Kelebihan dan Kekurangan Selama Dinahkodai Cak Imin

Pasangan suami istri (pasutri) bernama Widyanuari Eko Putra dan Santi Al Mufaroh inilah yang mendirikannya.

Menurut pasutri tersebut, minimnya ekosistem perbukuan di Kota Semarang menjadi alasan mereka memberikan ruang kepada para penulis lokal yang bermimpi menerbitkan karya.

"Sejak 2013 berkomunitas, kami melihat banyak penulis potensial di Kota Semarang."

"Kami rasa perlu ada wadah untuk menerbitkan tulisan mereka," kata Santi kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (17/4/2021).

Terhitung sudah dua tahun Penerbit Beruang berdiri.

Sapaan akrab Wiwid dan Santi itu menggelutinya sejak 2019 di sebuah rumah Jalan Peterongan Timur Nomor 335, Peterongan, Semarang Selatan.

Pasangan tersebut menggelutinya di sela-sela pekerjaan sebagai karyawan di sebuah perguruan tinggi (Wiwid) dan karyawan perusahaan e-Commerce (Santi).

Meski terhitung baru, hingga kini penerbit tersebut telah melahirkan belasan buku karya penulis lokal, baik dari Kota Semarang maupun daerah lain.

"Awal berdiri kami fokus untuk memfasilitasi penulis muda Semarang yang tentu sudah melalui seleksi kami."

"Namun lambat laun banyak penulis dari daerah lain yang juga mengirim naskah, akhirnya meluas," terangnya.

Tak hanya menerbitkan buku-buku karya penulis muda, penerbit ini juga menerbitkan buku karya penulis senior lokal.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved