Larangan Mudik Lebaran 2021
Cegah Pemudik Curi Star, Pemkab Semarang Intensifkan Peran Satgas Jogo Tonggo, Ini Tugas Utamanya
Bersama Forkopimda dan Satgas Covid-19 termasuk pengurus RT/RW agar mengawasi warganya masing-masing selama memasuki arus mudik libur Lebaran 2021.
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Mencegah masuknya pemudik masuk ke Kabupaten Semarang lebih awal sebelum dimulainya larangan pada 6 hingga 71 Mei 2021, Pemkab Semarang akan mengintensifkan Satgas Jogo Tonggo.
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha mengatakan, selain memaksimalkan peran Satgas Jogo Tonggo pada tingkat level desa maupun kelurahan, diwajibkan pula mendata masyarakatnya yang pulang ke kampung halaman.
Baca juga: PKB Kabupaten Semarang: Memang Ada Kelebihan dan Kekurangan Selama Dinahkodai Cak Imin
Baca juga: Hilang Sejak Senin, Gadis Asal Tugu Kota Semarang Tak Pulang setelah Pamit Les
Baca juga: Cerita Transpuan Ubah Salon Jadi Tempat Ngaji di Semarang, Mbak Wolly: Sebagai Ladang Ibadah
Baca juga: Mengintip Aktivitas Ponpes Lansia Banyubiru Semarang kala Ramadan: Santri Mengaji dan Ikut Pelatihan
"Karena yang tidak boleh (mudik) ini antarprovinsi, jika masih di dalam boleh saja."
"Jadi ke depan kami akan kembali hidupkan Satgas Jogo Tonggo secara intensif," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (16/4/2021).
Menurut Ngesti, bersama Forkopimda dan Satgas Covid-19 termasuk pengurus RT/RW agar mengawasi warganya masing-masing selama memasuki arus mudik libur Lebaran Idulfitri 2021.
Dia menambahkan, apabila diketahui pemudik telanjur sampai di rumahnya, diwajibkan menjalani isolasi mandiri di rumah singgah milik Pemkab Semarang.
"Soal itu, kami juga akan berkoordinasi dengan Dinkes Kabupaten Semarang."
"Tetapi yang paling penting setiap orang yang datang (pulang) ini didata," katanya.
Terkait aparatur sipil negara (ASN) yang dalam mengajukan cuti sebelum dikeluarkannya larangan mudik, Pemkab Semarang secara tegas tidak akan mengizinkan.
Politisi PDIP itu menegaskan, bersama TNI dan Polri juga akan melakukan penyekatan pada jalan-jalan masuk wilayah Kabupaten Semarang.
Hal ini juga untuk mencegah adanya potensi penularan virus corona (Covid-19) dari pemudik.
"Karena Kabupaten Semarang ini ada jalan tol, selain pintu keluar dijaga ketat petugas."
"Beberapa jalan alternatif bersama petugas gabungan akan dilakukan pengecekan suhu tubuh kepada setiap yang masuk," ujarnya. (M Nafiul Haris)
Baca juga: Evaluasi Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka Kota Tegal, Kusnendro: Alhamdulillah Lancar
Baca juga: Hampir 10 Ribu Penumpang dari Jabodetabek Tiba di Terminal Kota Tegal, Jelang Larangan Mudik
Baca juga: Warga Menyebutnya Tugu Mobil, Penanda Zona Black Spot di Ampelgading Pemalang
Baca juga: Guru Honorer Jadi Penadah Ayam Curian di Ulujami Pemalang, Tergiur Laba Besar Jelang Lebaran