Berita Semarang Hari Ini
Cerita Transpuan Ubah Salon Jadi Tempat Ngaji di Semarang, Mbak Wolly: Sebagai Ladang Ibadah
Seorang ibu rumah tangga, Mega (23), merasa betah belajar mengaji di tempat Silvi lantaran sudah tahu kemampuanya dalam mengajar mengaji.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Salon Wolly tak ubahnya seperti salon pada umumnya.
Dindingnya dipenuhi beberapa kaca lebar dan deretan alat kecantikan.
Salon itu berada di gang sempit Kampung Randusari RT 06 RW 01, Semarang Selatan, Kota Semarang.
Baca juga: Mengintip Aktivitas Ponpes Lansia Banyubiru Semarang kala Ramadan: Santri Mengaji dan Ikut Pelatihan
Baca juga: Ini Wajah Dua Pelaku Begal Motor di Tembalang Semarang: Sasar Anak-anak Karena Mudah Diperdaya
Baca juga: Awas! Tim Elang Semarang Utara Bakal Makin Rajin Patroli Selama Ramadan: Potensi Kejahatan Meningkat
Baca juga: Calon Penumpang Pesawat Dari dan Menuju Semarang Mulai Batalkan Tiket, Imbas Larangan Mudik
Namun setiba di salon tersebut yang terdengar bukan suara renyah emak-emak sosialita atau suara mesin pengering rambut.
Melainkan, yang terdengar hanya suara merdu orang melafalkan Alquran.
Suara tersebut berasal dari anak-anak dan ibu-ibu yang tampak semangat belajar mengaji di salon tersebut.
Guru ngaji di salon Wolly tak lain adalah pemilik salon itu.
Dia dikenal bernama Silvi Mutiari atau akrab disapa Mbak Wolly, seorang waria atau transgender perempuan (transpuan).
Di hadapan Silvi, seorang anak, Guntur (10), tengah terbata-bata melafalkan huruf-huruf hijaiyah dari buku Iqro.
Silvi mengenakan kerudung warna biru muda dengan sabar mengajari bocah kelas 5 SD itu.
Beberapa kali dia ditegur secara halus oleh Silvi lantaran salah mengeja.
"Saya baru sampai jilid 3, tapi Mbak Wolly sabar kalau ngajar ngaji," terang Guntur kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (14/4/2021).
Tak hanya anak-anak, seorang ibu rumah tangga, Mega (23), merasa betah belajar mengaji di tempat Silvi lantaran sudah tahu kemampuanya dalam mengajar mengaji.
"Saya sudah kenal mbak Silvi sejak kecil."
"Jadi tahulah kapasitas dia soal belajar mengaji," terangnya.