Breaking News:

Berita Kriminal Hari Ini

Awas! Tim Elang Semarang Utara Bakal Makin Rajin Patroli Selama Ramadan: Potensi Kejahatan Meningkat

Para remaja yang tengah kondisi mabuk lantas dihukum fisik berupa push up sebanyak 10 kali diberikan untuk memberi efek jera, Senin (12/4/2021).

POLSEK SEMARANG UTARA
Tim Elang Utara hukum para pemuda mabuk di kawasan Kota Lama Semarang, Senin (12/4/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Tim Elang Utara bakal semakin menggiatkan patroli selama bulan suci Ramadan 2021. 

Dalam patroli tersebut, pihaknya bahkan sudah menangkap enam remaja yang sedang asyik menenggak minuman keras (miras) oplosan atau manohara di kawasan Kota Lama Semarang

Para remaja yang tengah kondisi mabuk lantas dihukum fisik berupa push up sebanyak 10 kali diberikan untuk memberi efek jera, Senin (12/4/2021) dini hari.

Baca juga: Calon Penumpang Pesawat Dari dan Menuju Semarang Mulai Batalkan Tiket, Imbas Larangan Mudik

Baca juga: Kasus Covid di Kota Semarang Naik Pascalibur Paskah, Didominasi Usia Produktif Bermobilitas Tinggi

Baca juga: Tanpa Arak-arakan, Pembukaan Dugderan Sambut Ramadan di Kota Semarang Dimeriahkan Pentas Drama

Baca juga: Satpol PP Kota Semarang Oprak Judi Togel Jelang Ramadan, Meja dan Catatan Rekapitulasi Nomor Dikukut

"Kami harap mereka kapok lantas fokus ibadah sambut Ramadan," kata Kanit Reskrim Polsek Semarang Utara, Iptu CR Haryono kepada Tribunbanyumas.com, Senin (12/4/2021).

Dia menuturkan, miras dan perkelahian memang mendominasi kejahatan di wilayahnya. 

Berbagai upaya langkah pencegahan dilakukan seperti aktif mengelar patroli rutin secara acak.

"Kami sisir daerah rawan kejahatan agar masyarakat merasa aman," terangnya.

Dia mengatakan, potensi tindak kejahatan diperkirakan meningkat selama Ramadan. 

Selain miras dan perkelahian, potensi begal dan perampokan menjadi perhatian serius. 

"Ramadan ini patroli ditambah, karena potensi kejahatannya diperkirakan meningkat," paparnya.

Dia menegaskan, untuk beberapa kejahatan tertentu jajarannya tidak segan melakukan tembak di tempat.

Terlebih jika mengancam keselamatan petugas dan warga. 

"Ya bisa saja dilakukan tembak di tempat untuk kejahatan tertentu," tegasnya. (Iwan Arifianto)

Baca juga: Impian Bupati Arief Rohman Bangkitkan Ekonomi Warga, Ingin Hadirkan Paket Oleh-oleh Khas Blora

Baca juga: Warga Blora Merasakan Dua Kali Guncangan, Gempa 6,7 SR di Malang Pukul 14.00

Baca juga: Polda Jateng Siapkan 14 Posko Penyekatan di Perbatasan, Siap Putar Balik Pemudik yang Nekat

Baca juga: Dua Anggota DPRD Banyumas Diperiksa Penyidik Polda Jateng, Terkait Dugaan Penyelewengan Bansos

Penulis: iwan Arifianto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved