Berita Jateng
Komisi E DPRD Jateng Minta Uji Coba Sekolah Tatap Muka Ditunda, Ini yang Membuat Khawatir
Anggota Komisi E DPRD Jateng dari Fraksi Partai Gerindra, Yudi Indras Wiendarto, meminta rencana pembelajaran tatap muka ditunda.
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berencana melakukan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di ratusan sekolah jenjang SMP, SMA, SMK, MA, dan MTs di 35 kabupaten/kota di Jateng, mulai Senin (5/4/2021) besok.
Namun, anggota Komisi E DPRD Jateng dari Fraksi Partai Gerindra, Yudi Indras Wiendarto, menilai, rencana ini mengkhawatirkan. Bahkan, Yudi meminta rencana ini ditunda.
Ada sejumlah faktor, kata dia, yang memicu kekhawatiran dalam rencana PTM tersebut.
"Mulai dari kegagalan uji coba PTM pada tahap pertama hingga potensi terjadinya lonjakan Covid-19 di Jateng," kata Yudi, Minggu (4/4/2021).
Baca juga: Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka di Jateng Digelar Serentak 5 April, Dipilih 4 Sekolah Setiap Daerah
Baca juga: Jateng Targetkan 15 Ribu Guru Disuntik Vaksin, Dinkes: Sebelum Uji Coba KBM Tatap Muka Harus Selesai
Baca juga: Perwakilan Warga Terdampak Tol Demak Datangi Kantor DPRD Jateng, Maksud Ingin Mengadu Tapi Kecele
Baca juga: Kapolda Perketat Pengamanan Mako Polres di Jateng, Minta Polisi Tak Takut Teror saat Layani Warga
Menurutnya, saat ini, grafik kasus Covid-19 masih fluktuatif.
Dengan adanya interaksi di kelas maka potensi grafik covid di Jateng bisa saja melonjak.
Sesuai data dari Satgas Covid Nasional, memang tak ada kabupaten/kota di Jateng yang masuk zona merah.
Namun, yang perlu dicatat, kata dia, kabupaten/kota di Jateng juga tidak ada yang masuk zona hijau. Semuanya, masuk di zona oranye yang berpotensi naik menjadi zona merah.
Sementara, berdasarkan data dari laman corona.jatengprov.go.id, saat ini, jumlah kasus aktif Covid-19 mencapai 5.901 kasus.
"Saya kira, tidak perlu terburu-buru. Melihat data itu, sebaiknya rencana PTM ditunda dulu. Jangan sampai, uji coba itu nanti justru merugikan upaya penanganan Covid-19, jika memang terjadi lonjakan," jelasnya.
Selain itu, kegagalan uji coba PTM pada tahap pertama menjadi alasan kenapa uji coba PTM kali ini ditunda.
Wakil Ketua DPD Gerindra Jateng ini menyebut, bahkan saat itu, ratusan siswa SMK Negeri Jawa Tengah yang dikelola langsung oleh pemerintah provinsi, terkena Covid 19. Sehingga, uji coba langsung dihentikan.
"Lalu, jika sekarang mau dilakukan uji coba PTM, sejauh mana standar sarana dan prasarana serta standar protokol kesehatan untuk mengukur kesiapan sekolah? Karena melihat uji coba yg dulu malah meningkatkan jumlah penderita covid. Kita tidak boleh lupa dengan kejadian itu," ujarnya.
Baca juga: 63 Warga Tertimbun Longsor di Ileboleng Flores Timur NTT, Evakuasi Terkendala Alat Berat
Baca juga: Mortir Aktif Ditemukan di Perumahan Bukit Manyaran Permai Semarang, Diduga Peninggalan Belanda
Baca juga: Tak Lama Lagi, Pantai Sigandu Batang Bakal Dilengkapi Wahana Wisata Air Jetski
Baca juga: Pemkab Kebumen Izinkan Salat Tarawih Berjemaah, Pengawasan Protokol Kesehatan Masjid Diperketat
Kemudian, lanjutnya, vaksinasi terhadap tenaga pendidik belum menyeluruh. Belum ada kepastian apakah guru di sekolah yang mengadakan uji coba sudah divaksin semua atau belum.
Meskipun guru sudah divaksin, tetap saja harus hati-hati lantaran peserta didik belum divaksin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/anggota-komisi-e-dprd-jateng-dari-fraksi-partai-gerindra-yudi-indras-wiendarto.jpg)