Breaking News:

Berita Regional

63 Warga Tertimbun Longsor di Ileboleng Flores Timur NTT, Evakuasi Terkendala Alat Berat

Sedikitnya, 63 warga Desa Nelelamadike, Kecamatan Ileboleng, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), tertimbun tanah longsor, Minggu (4/4/2021).

Editor: rika irawati
Kompas.com/Istimewa/dok warga
Warga melintas di jalan yang tergenang banjir di Kabupaten Flores Timur, NTT, Minggu (4/4/2021). Hujan deras yang melanda wilayah tersebut, Sabtu hingga Minggu, memicu banjir dan longsor yang menimbun sedikitnya 63 warga. 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Sedikitnya, 63 warga Desa Nelelamadike, Kecamatan Ileboleng, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), tertimbun tanah longsor, Minggu (4/4/2021) dini hari.

Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Boli mengatakan, telah meminta BPBD Flores Timur serta berbagai pihak untuk turun ke lapangan mengevakuasi para korban.

"Berdasarkan laporan dari Kades Nelelamadike Pius Pedang Melai, puluhan warga meninggal tertimbun dan belum bisa digali karena tidak ada alat berat," ujar Agus saat dihubungi Kompas.com, Minggu.

Baca juga: Evakuasi Butuh Waktu 10 Jam, Mobil Boks Es Krim yang Terseret Longsor di Plumbungan Banjarnegara

Baca juga: 15 Rumah di Bedono Kabupaten Semarang Rusak Akibat Longsor, Dipicu Hujan Deras 3,5 Jam

Baca juga: Pemdes Gerdu Budidayakan Rumput Vetiver Gunakan Tanah Desa, Biasa Atasi Longsor di Karanganyar

Agus menjelaskan, longsor disebabkan hujan deras disertai angin kencang yang terjadi sejak Sabtu (3/4/2021) hingga Minggu.

Selain longsor, hujan deras juga mengakibatkan sejumlah wilayah di daerah itu terendam banjir.

Kepala Desa Nelelamadike Pius Pedang Melai mengatakan, proses pencarian puluhan korban terkendala ketersediaan alat berat.

"Kami hanya bisa mencari korban yang belum ditemukan di sekitar lokasi kejadian yang kemungkinan terapung tetapi tidak bisa melakukan penggalian secara manual karena area dipenuhi lumpur," katanya saat dihubungi Antara dari Kupang, Minggu.

Selain alat berat, hujan deras disertai angin kencang yang masih melanda wilayah itu juga ikut menghambat proses pencarian para korban.

"Jumlah yang belum ditemukan mencapai puluhan orang, karena ada puluhan rumah warga yang terkena longsoran," ujar Pius.

Baca juga: Mortir Aktif Ditemukan di Perumahan Bukit Manyaran Permai Semarang, Diduga Peninggalan Belanda

Baca juga: Tak Lama Lagi, Pantai Sigandu Batang Bakal Dilengkapi Wahana Wisata Air Jetski

Baca juga: Pelaku Pembacokan Berdarah di Lajer Kebumen Tertangkap, Ternyata Persengkongkolan Paman dan Ponakan

Baca juga: Polisi Menggerebek Rumah di Sampangan Kota Semarang, Diduga Densus 88 Tangkap Terduga Teroris

Hingga siang, Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Boli mengatakan, ada 23 jenazah yang sudah ditemukan.

"Yang dievakuasi 23 orang dan masih ada yag masih tertimbun," ujar Agustinus dikutip dari Kompas TV, Minggu.

Agustinus mengatakan, bantuan personel pencari sudah mulai datang. Namun, pihaknya masih kesulitan mendapat bantuan alat berat.

"Bantuannya sudah datang, personel TNI-Polri dan paguyuban lain, pramuka, Tagana, semua di sana," ujar Agustinus. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Update Longsor Flores Timur: 63 Warga Desa Nelelamadike Tewas, 23 Jenazah Ditemukan".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved