Berita Internasional
Gunakan Telur Paskah, Warga Myanmar Terus Serukan Penolakan Junta Militer
Warga Myanmar tetap menggelar demonstrasi menentang junta militer di hari Paskah, Minggu (4/4/2021).
TRIBUNBANYUMAS.COM, NAYPYIDAW - Warga Myanmar tetap menggelar demonstrasi menentang junta militer di Hari Paskah, Minggu (4/4/2021). Dalam aksi perlawanan kali ini, mereka menggunakan telur Paskah sebagai simbol unjuk rasa.
Sudah tiga bulan ini, negara di Asia Tenggara itu dilanda krisis sejak kudeta yang terjadi pada 1 Februari.
Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) menyatakan, korban tewas karena kebrutalan aparat mencapai 557 orang.
"Warga di seluruh Burma (nama lama Myanmar) terus melanjutkan unjuk rasa, untuk mengakhiri kediktatoran, menegakan demokrasi dan HAM," jelas AAPP.
Baca juga: Dokter dan Perawat di Myanmar Ikut Turun ke Jalan Tolak Kudeta Militer, Gelar Aksi Mulai Subuh
Baca juga: Warga Myanmar Mulai Pakai Ketapel dan Bom Molotov, Lawan Pasukan Bersenjata saat Aksi Demonstrasi
Baca juga: Korban Sipil Demo di Myanmar Tembus 138 Orang, Pengamat Khawatir Terjadi Perang Saudara Besar
Baca juga: Menangis sambil Berlutut, Suster Ann Memohon Polisi Tak Menembaki Demonstran di Myanmar
Setiap hari, meski sadar mereka bakal tertembus timah panas, para pengunjuk rasa tetap turun ke jalan.
Mulai dari kota besar hingga kelompok kecil di kota kecil, mereka menentang kembalinya kekuasaan junta militer.
Dilansir Reuters via Channel News Asia, Minggu, kelompok oposisi menggunakan kreativitas untuk menyuarakan sindiran.
Salah satunya menggunakan telur Paskah, yang dihias dengan berbagai slogan menentang Tatmadaw, nama junta Myanmar.
Pesan seperti "Kita harus menang", "Revolusi musim semi" hingga "Enyahlah MAH" dituliskan di tiap telur.
Adapun MAH merujuk kepada Jenderal Senior Ming Aung Hlaing, sebagai pemimpin junta militer dalam kudeta Februari lalu.
Dikutip AFP, salah satu laman Facebook menyerukan orang-orang untuk menghormati tradisi Kristen saat Minggu Paskah.
Selain telur, pengunjuk rasa yang turun juga membentangkan bendera hingga mengendarai sepeda motor.
Mereka tetap melakukan aksi protes meski pada Sabtu (3/4/2021), empat orang tewas di kota Bago dan Monywa. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Demonstran Myanmar Pakai Telur Paskah Simbol Menentang Junta Militer".
Baca juga: Naik Hampir Dua Kali Lipat, Jumlah Pengangguran di Kabupten Semarang Tembus 36,5 Ribu Orang
Baca juga: Komisi E DPRD Jateng Minta Uji Coba Sekolah Tatap Muka Ditunda, Ini yang Membuat Khawatir
Baca juga: 63 Warga Tertimbun Longsor di Ileboleng Flores Timur NTT, Evakuasi Terkendala Alat Berat
Baca juga: Mortir Aktif Ditemukan di Perumahan Bukit Manyaran Permai Semarang, Diduga Peninggalan Belanda
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/demonstrasi-myanmar-pakai-telur-paskah.jpg)