Breaking News:

Konflik Myanmar

Dokter dan Perawat di Myanmar Ikut Turun ke Jalan Tolak Kudeta Militer, Gelar Aksi Mulai Subuh

Demo memprotes kudeta militer Myanmar turut dilakukan dokter dan perawat. Minggu (21/3/2021), mereka turun ke jalan menggelar aksi damai.

Editor: rika irawati
STR/AFP
Para tenaga medis dan pelajar ikut berdemo menentang kudeta Myanmar di Mandalay, Minggu (21/3/2021). Mereka melakukan aksi sejak subuh untuk menghindari polisi bersenjata. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, MANDALAY - Demo memprotes kudeta militer Myanmar turut dilakukan dokter dan perawat. Minggu (21/3/2021), mereka turun ke jalan menggelar aksi damai.

Mereka menghindari konfrontasi dengan aparat keamanan yang menindak keras para demonstran akhir-akhir ini.

Militer dan polisi memakai peluru tajam, gas air mata, dan peluru karet untuk membubarkan massa anti-kudeta Myanmar.

Namun, situasi itu tak menghalangi ratusan dokter dan perawat menggelar aksi, membawa serta poster Aung San Suu Kyi, di Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar yang juga merupakan kota budaya.

Baca juga: Warga Myanmar Mulai Pakai Ketapel dan Bom Molotov, Lawan Pasukan Bersenjata saat Aksi Demonstrasi

Baca juga: Korban Sipil Demo di Myanmar Tembus 138 Orang, Pengamat Khawatir Terjadi Perang Saudara Besar

Baca juga: Menangis sambil Berlutut, Suster Ann Memohon Polisi Tak Menembaki Demonstran di Myanmar

Baca juga: Kondisi Myanmar Memanas, 38 Demonstran Tewas dalam Sehari saat Aksi Protes Kudeta Militer

Mandalay menjadi lokasi beberapa tindakan mematikan militer Myanmar.

Media lokal yang dikutip AFP mengatakan, dokter dan perawat berdemo saat subuh untuk menghindari aparat.

Demo Myanmar oleh dokter dan perawat ini dilakukan sehari setelah empat pedemo tewas di tangan polisi.

Dua kematian terjadi di Yangon, menurut keterangan Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP).

Para pedemo lalu menyalakan lilin di kota Kale tadi malam, dan membuat tanda-tanda di jalan agar PBB bertindak untuk menghentikan kudeta Myanmar.

Hampir 250 kematian dikonfirmasi dalam beberapa pekan sejak kudeta Myanmar terjadi, menurut AAPP, meski jumlah sebenarnya bisa lebih tinggi.

Kemudian, lebih dari 2.300 pengunjuk rasa ditahan, kata kelompok tersebut.

Baca juga: Petani di Kandangserang Pekalongan Tewas Kesetrum, Diduga Jerami yang Disunggi Sentuh Kabel Listrik

Baca juga: Mobil Mazda Terbakar di Tengah Jalan Raya Pati-Tayu, Diduga Dipicu Korsleting

Baca juga: Tahun Ini, Dugderan di Kota Semarang Dipastikan Tanpa Arak-arakan

Baca juga: Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka di Jateng Digelar Serentak 5 April, Dipilih 4 Sekolah Setiap Daerah

Kecaman internasional oleh AS, Uni Eropa, dan PBB, sejauh ini tidak menghentikan pertumpahan darah di Myanmar.

Para menteri luar negeri di Uni Eropa diperkirakan akan menjatuhkan sanksi terhadap 11 petinggi militer saat rapat pada Senin (22/3/2021). (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ratusan Dokter dan Perawat Ikut Demo Myanmar, Turun ke Jalan sejak Subuh".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved