Jumat, 17 April 2026

Berita Internasional

Buntut Penembakan Diplomat Indonesia di Peru, KBRI Lima Imbau WNI Manfaatkan WhatsApp Group

Keluarga Zetro, kata Nabyl, telah dipindahkan ke tempat yang lebih aman usai peristiwa penembakan tersebut terjadi.

Editor: Rustam Aji
screenshort Yt/tribunnews
DIPLOMAT INDONESIA DITEMBAK - Televisi Peru menyiarkan soal pembunuhan diplomat Indonesia akibat ditembak di negara itu. (Video: Panamericana Television) 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Warga negara Indonesia (WNI) yang bermukim di Peru diimbau bisa segera menghubungi hotline 24 jam dan WhatsApp group yang tersedia jika terjadi keadaan darurat. 

Hal itu disampaikan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kota Lima, Peru.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl, mengatakan hal itu merespons peristiwa penembakan yang terjadi kepada staf KBRI Zetro Leonardo Purba pada Senin (1/9/2025) lalu. 

Dia mengimbau pada para WNI yang berada di Peru untuk dapat memanfaatkan sarana komunikasi tersebut.

"Silakan untuk tidak ragu-ragu menghubungi KBRI apabila ada hal-hal yang urgent yang perlu untuk segera dilaporkan," kata Nabyl dalam keterangan video, Kamis (4/9/2025). 

Meski terjadai penembakan, dia juga memastikan, aktivitas KBRI Lima tetap berjalan seperti biasa dengan memperhatikan perkembangan situasi setempat. 

Nabyl mengatakan, saat ini KBRI Lima memberikan atensi khusus kepada pihak keluarga yang ditinggalkan Zetro, yakni istri dan tiga orang anaknya.

Baca juga: Tenang Warga Purbalingga! Masih Ada Anggaran Rp112 Miliar untuk Perbaiki Jalan Rusak

Keluarga Zetro, telah dipindahkan ke tempat yang lebih aman usai peristiwa penembakan tersebut terjadi. 

Mereka mendapatkan pengawasan dan penjagaan oleh pihak kepolisian setempat.

Nabyl juga menjelaskan, saat ini jenazah Zetro dalam proses pemulangan ke Indonesia setelah pada Selasa (2/9/2025) lalu selesai dilakukan otopsi.

"Proses otopsi terhadap jenazah telah dilakukan pada tanggal 2 September dan harapannya adalah pengembalian jenazah dapat dilakukan dalam minggu ini," tuturnya.

Zetro diketahui meninggal dunia setelah ditembak tiga kali oleh orang tak dikenal saat mengendarai sepeda di kawasan Av Cesar Vallejo, Lince.

Sebelum dinyatakan meninggal, Zetro sempat dibawa ke Clínica Javier Prado, namun nyawanya tidak tertolong. (kompas.com)

Baca juga: Sadis! Diplomat Indonesia di Peru Ditembak Orang Tak Dikenali saat Sepedaan, Istri Selamat

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved