Berita Internasional
Iran Jadi Negara Super Power Setara dengan Amerika, Rusia dan China
kegagalan militer AS menumbangkan rezim Teheran menandakan bahwa status super power AS telah berakhir
TRIBUNBANYUMAS.COM, Perang antara aliansi Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran dalam satu bulan terakhir membalikkan anggapan dunia mengenai dominasi Amerika di panggung internasional.
Pengamat Timur Tengah, Faisal Assegaf, menilai kegagalan militer AS menumbangkan rezim Teheran menandakan bahwa status super power AS telah berakhir secara de facto di kawasan tersebut.
"Sebagai sebuah negara super power, Amerika sudah kalah. Mereka tidak mampu mencapai target perang," ujar Faisal Assegaf dalam wawancara khusus di studio Tribunnews, Jakarta, Rabu (15/4/2026).
AS bahkan tidak mampu membuka paksa Selat Hormuz.
Jalur logistik energi yang memasok sepertiga kebutuhan dunia itu tetap berada dalam kendali Iran. Denan penutupan selat Hormuz, Iran seakan memberi sanksi balik kepada Barat melalui lonjakan harga energi.
Selain itu, dampak kerusakan yang signifikan di kubu AS dengan sedikitnya 13 dari 19 pangkalan militer AS di Timur Tengah dilaporkan rusak berat.
Sekutu NATO yang enggan memberikan bantuan militer langsung juga menandakan solidaritas internal blok Barat retak.
Sebaliknya, daya tahan Iran selama lebih dari 40 hari di bawah agresi militer dan embargo ekonomi yang berlangsung sejak 1979 menaikkan posisi tawar negara itu di panggung internasional.
“Perang ini menjadikan Iran sebagai negara super power baru bersama Amerika, Rusia, dan Cina. Karena mampu meladeni dua negara sekaligus."
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul VIDEO Faisal Assegaf: Amerika Sudah Kalah, Iran Jadi Negara Super Power Baru Sejajar Rusia-Cina, https://www.tribunnews.com/internasional/7817625/video-faisal-assegaf-amerika-sudah-kalah-iran-jadi-negara-super-power-baru-sejajar-rusia-cina.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260411-iran-vs-as.jpg)