Senin, 20 April 2026

Berita Banyumas Hari Ini

Terduga Teroris di Sumampir Purwokerto, Ketua RT: Densus 88 Antiteror Sekadar Geledah Rumah

Aktivitas yang dilakukan Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri hanya sekadar melakukan penggeledahan di sebuah rumah di Sumampir Purwokerto.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Potret saat tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri mendatangi rumah terduga teroris di Kelurahan Sumampir, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Jumat (2/4/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Berdasarkan keterangan Ketua RT 09 RW 02, Kelurahan Sumampir, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, aktivitas yang dilakukan Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri hanya sekadar melakukan penggeledahan. 

"Jadi tadi hanya penggeledehan rumah, tidak ada penangkapan." 

"Yang berada di rumah itu adalah istri dan anaknya."

"Sementara suaminya sudah ditangkap di Yogyakarta," ujar Ketua RT 09 RW 02, Kharisun kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (2/4/2021). 

Baca juga: Kehadiran Tim Densus 88 Antiteror Kejutkan Warga Sumampir Purwokerto, Kabarnya Ada Terduga Teroris

Baca juga: Karyawan UT Purwokerto Dirampok, Pelaku Diduga Tiga Orang, Kabarnya Beraksi Juga di Kebumen

Baca juga: Dituding Tak Bisa Tanggung Jawab, Wartawan Dilarang Liput Vaksinasi Massal di GOR Satria Purwokerto

Baca juga: SMAN 2 Purwokerto Jadi Sekolah Siaga Kependudukan, Diintegrasikan ke Beberapa Mata Pelajaran

Kharisun mengatakan, penggeledahan itu terjadi sekira pukul 17.00. 

"Intinya tidak ada penangkapan, hanya penggeledahan."

"Istri dan anaknya tidak ditangkap karena tidak terlibat," katanya. 

Terkait identitas pasti terduga teroris itu, Ketua RT tidak dapat memberikan keterangan. 

"Kalau suami yang ditangkap di Yogyakarta itu inisialnya E." 

"Sedangkan istrinya bernama Konaah," tambahnya. 

Ketua RT berucap, tidak mengenal secara langsung dari terduga teroris tersebut.

Hal itu dikarenakan yang bersangkutan sering di luar kota. 

"Kalau suami tidak paham secara persis karena jarang pulang dan di luar kota."

"Saya saja tidak pernah ketemu." 

"Sedangkan istri suka ikut kumpulan RT dan arisan," terangnya. 

Keluarga tersebut diketahui berjualan buah dan obat-obatan herbal. 

"Di sini mereka ngontrak belum ada dua tahun," katanya. 

Kharisun menambahkan, ketika melakukan penggeledahan oleh tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri tidak melibatkan pihaknya di lokasi. 

Dia justru yang berinisiatif bertanya kepada pihak kepolisian terkait kegiatan tersebut. 

"Jalan aksesnya ditutup semua." 

"Saya tidak ikut masuk dan apa saja yang dibawa juga tidak tahu." 

"Yang saya tahu ada tiga mobil Densus dan dari Polres, ada yang bersenjata," tuturnya.

Situasi keramaian yang terjadi di depan rumah terduga teroris di Jalan Kenanga, RT 09 RW 02, Kelurahan Sumampir, Purwokerto Utara, pada Jumat (2/4/2021) sekira pukul 17.00.
Situasi keramaian yang terjadi di depan rumah terduga teroris di Jalan Kenanga, RT 09 RW 02, Kelurahan Sumampir, Purwokerto Utara, pada Jumat (2/4/2021) sekira pukul 17.00. (TRIBUN BANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI)

Baca juga: Pemerintah Resmikan Gudang Sistem Resi Gudang Bawang Merah di Brebes, Ini Manfaatnya

Baca juga: Cerita Sopir Bus Dewi Sri di Tegal, Alih Profesi Jadi Tukang Parkir Akibat Kebijakan Larangan Mudik

Baca juga: Gaji Petugas Kebersihan Bakal Setara UMK Pemalang, Janji Mukti Agung Wibowo

Seperti diberitakan sebelumnya, Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri mendatangi sebuah rumah terduga teroris di Jalan Kenanga, RT 09 RW 02, Kelurahan Sumampir, Kecamatan Purwokerto Utara, Jumat (2/4/2021) sekira pukul 17.00. 

Melihat hal itu, warga di sekitar lokasi tersebut sempat geger, dibuat penasaran.

Mereka pun sontak beramai-ramai datangi untuk mengetahui lebih dekat rumah tersebut. 

Seorang warga, yang merupakan tetangga dekat rumah terduga teroris itu, Anteng (37) mengatakan, rumah tersebut dihuni oleh sepasang suami istri (pasutri) dan lima anak laki-laki. 

"Pasutri dan kelima anak itu ngontrak kurang lebih sudah dua tahun." 

"Akan tetapi memang jarang ngobrol."

"Jarang bersosialisasi serta tertutup orangnya," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (2/4/2021).

Anteng mengatakan, pasutri itu kesehariannya diinformasikan berjualan produk-produk herbal secara online. 

Tatkala Densus 88 Antiteror Mabes Polri mendatangi rumah tersebut, dia bersama warga lainnya tidak melihat secara langsung karena berada di dalam rumah. 

Terkait aktivitas sehari-hari, para tetangga tidak mengenal secara dekat dengan keluarga tersebut. 

Tetangga lain, Nasem (71) tidak tahu secara persis dengan keluarga tersebut dan hanya tahu menjual obat-obatan herbal. 

Sementara itu, Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Firman Lukmanul Hakim mengatakan, pihaknya tidak mengetahui secara detail hal tersebut. 

"Kami dihubungi tim Densus 88 Antiteror hanya untuk membackup di lokasi."

"Kami juga tidak tahu kasusnya apa dan apa aktivitas yang dilakukan," ujarnya. 

Kapolresta mengatakan, semua itu ditangani langsung oleh Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri.

Sehingga pihaknya tidak bisa memberikan keterangan lebih. 

"Intinya cuma dimintai tolong," tuturnya. (Permata Putra Sejati)

Baca juga: 4 dari 5 Tahanan Polres Purbalingga yang Kabur Tertangkap, Melarikan Diri Hingga Bakahueni Lampung

Baca juga: Bupati Banjarnegara Sindir Kondisi Anak Selama Belajar Daring, Mereka Jadi Makin Pintar Game Online

Baca juga: Masih Polemik, Pengambilan Batu Nisan di Makam Stanagede Wonosobo, Ini Komentar Kadus Mojotengah

Baca juga: Pelaku Sewa Ruko Sehari di Temanggung, Toko Sembako di Solo Kena Tipu, Pesan Barang Cara COD

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved