Berita Ekonomi Bisnis

Tiap Hektare Pati Bisa Hasilkan Rp 32,8 Juta, Pertamina Kembangkan Metode SRI Organik di Blora

Metode SRI organik yang saat ini sudah diterapkan di Kabupaten Blora yakni berada di Desa Bajo, Kecamatan Kedungtuban.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: deni setiawan
PT PERTAMINA
Panen pati yang penanamannya menggunakan metode SRI organik di Desa Bajo, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Senin (29/3/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA - Penananan padi menggunakan metode system of rice intensification (SRI) organik mampu menghasilkan panen yang lebih banyak.

Per hektare lahan pertanian mampu menghasilkan 9,3 ton.

Metode SRI organik yang sudah berlangsung di Kabupaten Blora yakni berada di Desa Bajo, Kecamatan Kedungtuban.

Program tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial PT Pertamina EP Asset 4 Field Cepu. 

Baca juga: 38 Sekolah di Blora Mulai Gelar Tatap Muka Hari Ini, Siswa Bergantian Masuk Sesuai Nomor Absen

Baca juga: Kamera CCTV Tangkap Empat Pelanggar Lalu Lintas di Blora, Hari Pertama Penerapan ETLE

Baca juga: Pendirian Mal Pelayanan Publik Dikebut, Bupati Blora Pasang Target Sebelum Lebaran Sudah Beroperasi

Baca juga: Gabah Petani Baru Terserap 10 Persen di Blora, Bulog: Target 4.000 Ton Setara Beras

"Hasil tersebut terhitung menggembirakan."

"Karena, menurut data dari tim Aliksa secara umum produksi tertinggi 8,4 ton per hektare," ujar CSR Staff Pertamina EP Asset 4 Cepu Field, Kautsar Restu Yuda kepada Tribunbanyumas.com, Senin (29/3/2021).

Dalam penanganan program tersebut, Pertamina menggandeng Aliksa.

Dalam keterangan direktur Aliksa, Alik Sutaryat mengatakan, produktivitas panen padi menggunakan metoda SRI Organik secara umum antara 6,3 hingga 8,4 ton per hektare.

"Sebegai perbandingan produktivitas padi konvensional terendah 4,5 ton per hektare."

"Sementara tertinggi 5,8 ton per hektare," ujar Alik kepada Tribunbanyumas.com, Senin (29/3/2021).

Keunggulan beras yang dipanen dari program SRI Organik tidak hanya dalam aspek produktivitas, melainkan juga harga jual.

"Harga beras SRI Organik rata-rata Rp 15.000 per kilogram."

"Sedangkan beras konvensional hanya Rp 10.000 per kilogram," ujar Alik.

Jika dihitung pendapatan per hektare dalam satu musim tanam, petani SRI Organik memperoleh penghasilan Rp 32.800.000 per hektare.

Sementara itu untuk petani konvensional hanya seperempatnya atau Rp 8.200.000 per hektare. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved