Breaking News:

Berita Ekonomi Bisnis

Tiap Hektare Pati Bisa Hasilkan Rp 32,8 Juta, Pertamina Kembangkan Metode SRI Organik di Blora

Metode SRI organik yang saat ini sudah diterapkan di Kabupaten Blora yakni berada di Desa Bajo, Kecamatan Kedungtuban.

PT PERTAMINA
Panen pati yang penanamannya menggunakan metode SRI organik di Desa Bajo, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Senin (29/3/2021). 

Keunggulan beras yang dipanen dari program SRI Organik tidak hanya dalam aspek produktivitas, melainkan juga harga jual.

"Harga beras SRI Organik rata-rata Rp 15.000 per kilogram."

"Sedangkan beras konvensional hanya Rp 10.000 per kilogram," ujar Alik.

Jika dihitung pendapatan per hektare dalam satu musim tanam, petani SRI Organik memperoleh penghasilan Rp 32.800.000 per hektare.

Sementara itu untuk petani konvensional hanya seperempatnya atau Rp 8.200.000 per hektare. 

Selain dari aspek keberhasilan produktivitas dan pendapatan, program ini juga berkembang secara luasan lahan.

"Mulai dari 2,6 hektare saat panen perdana menjadi 13,36 hektare pada awal 2021."

"Bersama rekan-rekan Aliksa, kami menargetkan luasan lahan kelompok mencapai 20 hektare," tambah Restu. 

Restu berharap ketertarikan para petani di wilayah lain bertambah.

Untuk saat ini program tersebut sudah meluas dari Desa Bajo ke desa-desa sekitar di Kecamatan Kedungtuban.

Halaman
123
Penulis: Rifqi Gozali
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved