Berita Banjarnegara Hari Ini

Kisah Pencuri Makanan yang Babak Belur Dimassa, Kini Nyantri di Ponpes Alif Baa Banjarnegara

Beruntung Slamet yang masih di bawah umur itu tidak dimasukkan ke dalam sel penjara, namun jalani rehabilitasi di Ponpes Alif Baa Banjarnegara.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/KHOIRUL MUZAKKI
Seorang pemuda sedang menjalankan salat di Masjid Ponpes Alif Baa, Desa Mantrianom, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, Selasa (23/2/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Dari sebuah desa di dataran tinggi Banjarnegara, beberapa bulan lalu, Slamet (16) nekat pergi ke perkotaan.

Tetapi sampai di sana ia mengaku tersesat.

Hingga langkah anak putus sekolah itu sampai di Pasar Induk Banjarnegara. 

Baca juga: Belajar dari Peristiwa Pekerja Tersengat Listrik di Banjarnegara, PLN: Tolong Lapor Biar Aman Semua

Baca juga: Pulang PKL Plesir ke Baturraden, Remaja Asal Banjarnegara Tenggelam di Curug Telu

Baca juga: Begini Cerita Warga Temukan Jasad Bayi di Karangkobar Banjarnegara, Awal Dikira Bangkai Hewan

Dia bingung, perutnya keroncongan, dan pikirannya kacau. 

Slamet tak mampu lagi menahan lapar.

Di tengah kota, makanan jenis apapun, hampir semuanya tersedia.

Banyak toko memajang makanan.

Tetapi tentu saja, tidak ada yang gratisan. 

Ada harga pada setiap barang.

Kondisi saat itulah yang membuat Slamet sulit menjangkaunya. 

Setan seketika merasuki pikirannya.

Niat jahat timbul tiba-tiba. 

Di sebuah toko di seputar pasar, Slamet menyelinap masuk.

Dia menunggu kesempatan agar bisa mengambil makanan di toko itu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved