Berita Purbalingga
Siap Dihuni, Tersedia 13 Huntara bagi Warga Korban Tanah Gerak di Pengadegan Purbalingga
Relawan gabungan menyiapkan hunian sementara bagi korban terdampak bencana tanah bergerak di Desa Tumanggal, Kecamatan Pengadegan, Purbalingga.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Relawan gabungan menyiapkan hunian sementara (huntara) bagi korban terdampak bencana tanah bergerak di Desa Tumanggal, Kecamatan Pengadegan, Purbalingga.
Huntara yang siap dihuni tersebut akan diresmikan pada 28 Februari 2021.
Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Purbalingga Suprapto mengatakan, total ada 13 huntara yang disiapkan bagi warga terdampak.
Ditambah lagi, tujuh unit kamar mandi dan los pasar yang dapat digunakan warga setempat untuk menjual hasil pertanian warga Desa Tumanggal.
"Air sudah siap, kami ambil dari sumber mata air yang ada. Instalasi listrik juga sudah kami pasang," kata Suprapto kepada Tribunbanyumas.com dalam rilis, Senin (22/2/2021).
Baca juga: Tak Ada Hujan Atau Angin, Dapur Rumah Wartinem di Pengadegan Purbalingga Tiba-tiba Ambruk
Baca juga: Tunggu Hasi Kajian Dinas ESDM Jateng, Penanganan Tanah Bergerak di Pengadegan Purbalingga
Baca juga: Serius Garap Ekonomi Keumatan, PDPM Purbalingga Tawarkan Kemitraan Usaha Bulogmu dan Logmart
Baca juga: Waspada Banjir dan Longsor! Hujan Diperkirakan Guyur Purbalingga sampai Cilacap, Siang hingga Malam
Suprapto menuturkan, huntara tersebut digagas MDMC beserta Pemerintah Desa Tumanggal.
Pembangunannya dibantu relawan, Babinsa, dan warga setempat.
Ia juga sudah mengecek seluruh fasilitas di huntara, sebelum diresmikan.
"Air, listrik, dan kebutuhan-kebutuhan penunjang sudah kami cukupi. Nanti, bisa ditempati nyaman oleh warga yang rumahnya mengalami rusak berat akibat tanah bergerak," tambahnya.
Ia menerangkan, setelah peresmian, huntara akan diserahkan kepada warga terdampak untuk ditinggali dan dikelola baik.
Ia mengatakan, nantinya, akan ada pendampingan psikososial yang saat ini masih berjalan.
"Ada pendampingan psiko spiritual juga yang kami serahkan ke Nasyiatul Aisyiyah (NA) dan Pemuda Muhammadiyah untuk dilanjutkan kegiatan tersebut," jelasnya.
Selain itu, pendampingan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) juga dilakukan oleh MDMC Purbalingga sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak bencana.
Menurutnya, trauma atau kesulitan ekonomi pasti dirasakan terlebih ketika pandemi Covid-19.
"Maka, kami berikan pendampingan dan pelatihan UMKM. Di samping itu, kami juga ikut memasarkan hasil yang dibuat warga terdampak di Dusun Pagersari, Desa Tumanggal ini," katanya.
Baca juga: Kirim Karangan Bunga Berisi Sindiran di HUT Kabupaten Banyumas, Ini Isu yang Diusung BEM Unsoed
Baca juga: Warga Ciherang Sukabumi Berhamburan Keluar Rumah Dengar Dentuman Dua Kali, Ajun: Dinding Bergetar
Baca juga: Pulang dari Pernikahan Teman, 9 Remaja Masjid Tewas Kecelakaan di Pabatu Medan
Baca juga: Jangan Salah Lagi! Borobudur Ada di Magelang, Bukan di Yogyakarta