Berita Nasional

Warga Ciherang Sukabumi Berhamburan Keluar Rumah Dengar Dentuman Dua Kali, Ajun: Dinding Bergetar

Warga Dusun Ciherang, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, berhamburan keluar rumah setelah mendengar suara dentuman.

Editor: rika irawati
KOMPAS.COM/BUDIYANTO
Sukarelawan memantau rumah terdampak bencana tanah bergerak Dusun Suradita, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (9/2/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SUKABUMI - Warga Dusun Ciherang, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, berhamburan keluar rumah setelah mendengar suara dentuman disusul guncangan tanah, Minggu (21/2/2021) malam.

Kejadian sekitar pukul 21.56 WIB itu menimbulkan suara dentuman hingga dua kali.

Sebelumnya, longsor dan tanah gerak telah melanda kawasan tersebut sehingga sejumlah warga mengungsi.

Saat dentuman keras terdengar, sejumlah warga masih tinggal di tempat pengungsian, di antaranya Ajun (52).

"Lagi tiduran, tiba-tiba mendengar bunyi dentuman dua kali. Pas duduk, badan menempel ke dinding, terasa bergetar," ujarnya kepada Kompas.com di tempat pengungsian di Sekolah Dasar Negeri Ciherang.

Baca juga: 20 Warga Mengungsi Akibat Tanah Gerak di Desa Glempang Banjarnegara, Lebar Retakan Capai 60 Cm

Baca juga: 14 Bangunan di Tegalsari Purworejo Nyaris Ambruk Diterjang Tanah Gerak, Lebar Rekahan Capai 5 Cm

Baca juga: Jadi Korban Bencana Tanah Gerak, 40 Warga Banjaran Purbalingga Terima Bantuan Paket Sembako

Baca juga: 6 Rumah Paling Terdampak Tanah Gerak di Karanglewas Banyumas, Pemdes Kesulitan Cari Lokasi Relokasi

Ketika Ajun merasakan getaran, dia segera keluar dari gedung sekolah.

Ia menuturkan, para pengungsi yang sedang tidur, langsung terbangun.

"Semuanya (pengungsi) keluar dari ruang kelas," ucapnya.

Bunyi dentuman disertai getaran juga dirasakan Jubaedah.

"Lagi masak mi, tiba-tiba dengar bunyi dentuman terus terasa getaran," kata dia.

Anih (60), yang sedang beristirahat sambil menonton tayangan televisi, bergegas membangunkan cucunya.

"Saya bangun, langsung bangunkan cucu dan terus keluar rumah. Di luar juga sudah banyak warga," tutur dia.

Dentuman lain

Pada Rabu (17/2/2021) lalu, warga di lokasi bencana tanah bergerak juga mendengar dentuman.

Bunyi dentuman disertai gemuruh itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB.

Baca juga: Pulang dari Pernikahan Teman, 9 Remaja Masjid Tewas Kecelakaan di Pabatu Medan

Baca juga: Jangan Salah Lagi! Borobudur Ada di Magelang, Bukan di Yogyakarta

Baca juga: Dua Pemain PSIS Semarang Disuntik Vaksin Covid Tahap Kedua, Gubernur: Semoga Kompetisi Segera Mulai

Baca juga: Banjir Belum Surut, Status Tanggap Darurat Banjir di Kota Pekalongan Diperpanjang 14 Hari

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved