Breaking News:

Berita Purworejo

14 Bangunan di Tegalsari Purworejo Nyaris Ambruk Diterjang Tanah Gerak, Lebar Rekahan Capai 5 Cm

Mayoritas bangunan retak dan rusak ringan pada lantai, dinding, dan halaman di sekitarnya.

KOMPAS.COM/Dok BPBD Kabupaten Purworejo
Petugas BPBD Kabupaten Purworejo menunjukkan tanah bergerak di Desa Tegalsari, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, fenomena itu terjadi sejak Kamis (14/1/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOREJO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, mencatat ada 14 bangunan di Desa Tegalsari, Kecamatan Bruno, nyaris roboh akibat tanah gerak.

Dari jumlah tersebut, 13 bangunan merupakan rumah dan 1 bangunan, musala.

Mayoritas bangunan retak dan rusak ringan pada lantai, dinding, dan halaman di sekitarnya.

Tanah bergerak menyebabkan rekahan tanah selebar 1-5 sentimeter dan panjang sekitar 50 meter.

"Jumlah rumah terancam tanah bergerak ada 13, tambah 1 mushala," sebut Sutrisno, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purworejo, melalui pesan singkat Whatsapp, Senin (18/1/2021).

Baca juga: 6 Rumah Paling Terdampak Tanah Gerak di Karanglewas Banyumas, Pemdes Kesulitan Cari Lokasi Relokasi

Baca juga: 40 Rumah di Purbalingga Terancam Ambruk akibat Pergerakan Tanah di Permukiman

Baca juga: Rumah Rusak Akibat Tanah Gerak, 177 Warga Pagentan Banjarnegara Mengungsi sejak Awal Desember

Baca juga: Dinding Rumah Mulai Retak Akibat Tanah Gerak, 40 Rumah di Cibangkong Banyumas Terancam Ambruk

Sebelumnya, tiga rumah warga roboh akibat fenomena yang mulai terjadi sejak Kamis (14/1/2021) dini hari itu.
Sebanyak 14 KK, terdiri dari 31 jiwa, terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Sutrisno mengimbau kepada para pengungsi untuk sementara tidak kembali ke rumah karena ancaman retakan tanah semakin melebar.

"Jangan ada masyarakat yang berusaha kembali ke rumah meski ada barang yang dirasa penting. Karena ancaman retakan semakin melebar," tutur Sutrisno.

Selain itu, masyarakat sekitar, terutama di kawasan rawan bencana tanah bergerak atau longsor, diminta tetap waspada mengingat curah hujan masih tinggi beberapa hari ke depan.

Fenomena tanah bergerak juga terjadi di Desa Puspo, Brunosari, Kaliwungu, dan Somoleter, Kecamatan Bruno.

Namun, di titik-titik tersebut, belum sampai merobohan bangunan.

"Kalau di Tegalrsari, tanah bergerak baru pertama kali, dalam waktu bersamaan juga terjadi di Desa Kaliwungu dan Somoleter. Tapi tidak sampai ada rumah yang roboh," kata Sutrisno. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Belasan Rumah dan Mushala Terancam Bencana Tanah Bergerak di Purworejo".

Baca juga: 35 ABK Asal Pemalang Tertahan di Majuro, Agensi Siap Jemput Pakai Pesawat Jet Khusus

Baca juga: Baru 18 Hari Angka Kematian Akibat Covid Capai 76 Kasus, Ini Skenario yang Disiapkan Bupati Banyumas

Baca juga: 8 Nakes di Jateng Alami Efek Samping Seusai Vaksinasi Tahap Pertama, Begini Kondisi Mereka Sekarang

Baca juga: Tingkatkan Integritas dan Pelayanan, Kejari Purbalingga Canangkan Wilayah Bebas Korupsi

Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved