Berita Banyumas
Kirim Karangan Bunga Berisi Sindiran di HUT Kabupaten Banyumas, Ini Isu yang Diusung BEM Unsoed
Karangan bunga dari mereka terlihat mencolok dengan warna merah disertai gambar bupati dan wakil bupati disertai ucapan selamat namun bernada sindiran
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Peringatan hari jadi ke-450 Kabupaten Banyumas diramaikan karanganya bunga kiriman dari berbagai pihak, di depan kantor bupati Banyumas, Senin (22/2/2021).
Satu di antaranya, karangan bunga dari mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi BEM se-Unsoed.
Karangan bunga dari mereka terlihat mencolok dengan warna merah disertai gambar bupati dan wakil bupati, disertai ucapan selamat namun bernada sindiran.
Di karangan bunga tersebut tertulis 'Dirgahayu Banyumas ke-450, Umurnya Tambah Tua Masalahnya Merajalela'.
Presiden Mahasiswa Unsoed Fakhrul Firdausi membenarkan karangan bunga tersebut dikirim mahasiswa.
"Kami mengirim karangan bunga ini sebagai ajang merefleksikan masalah yang ada di Banyumas sekaligus bentuk kepedulian kami," katanya kepada Tribunbanyumas.com.
Baca juga: Tanpa Kirab Pusaka dan Saweran, Ini Rangkaian Acara Perayaan HUT Kabupaten Banyumas
Baca juga: Hanya 2 Bulan, Panitia Bulan Dana PMI 2020 Banyumas Berhasil Kumpulkan Rp 1,3 Miliar
Baca juga: Warga Pekajan Banyumas Temukan Bayi di Teras Rumah, Tergelatak di Samping Tas Berisi Baju dan Susu
Baca juga: 15 Korban Longsor Banjarpanepen Banyumas Direlokasi, Dapat Rumah Senilai Rp 50 Juta/KK
Ada empat permasalahan yang coba di angkat kembali melalui karangan bunga tersebut.
Ia menjelaskan, isu pertama yang diangkat adalah pemekaran wilayah, kedua tentang Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) Gunung Slamet, ketiga penanganan Covid-19, dan keempat persoalan sampah.
"Kalau pemekaran, banyak yang perlu dipertimbangkan, apakah pemekaran Banyumas memberi jaminan kesejahteraan bagi setiap wilayah," katanya.
Fakhrul mengatakan, mereka membuat sendiri karangan bunga tersebut dan mengirimnya bersama-sama ke kantor Bupati.
"Kami berencana menyelenggarakan webinar terkait diskursus ini dan kajian empat permasalahan tersebut," jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Humas dan Protokol Deskart Setyo Djatmiko mengucapkan terima kasih atas kepedulian para mahasiswa.
Meskipun demikian, Djatmiko mengungkapkan, apa yang disebut masalah oleh mahasiswa itu saat ini sudah ada perkembangan yang baik.
Baca juga: Warga Ciherang Sukabumi Berhamburan Keluar Rumah Dengar Dentuman Dua Kali, Ajun: Dinding Bergetar
Baca juga: Pulang dari Pernikahan Teman, 9 Remaja Masjid Tewas Kecelakaan di Pabatu Medan
Baca juga: Jangan Salah Lagi! Borobudur Ada di Magelang, Bukan di Yogyakarta
Baca juga: Dua Pemain PSIS Semarang Disuntik Vaksin Covid Tahap Kedua, Gubernur: Semoga Kompetisi Segera Mulai
"Apa yang disebut masalah, sebenarnya sudah menjadi lebih baik, seperti penanganan Covid-19. Pemekaran juga malah sudah proses, ada public hearing," katanya.
Menurut Djatmiko, yang terpenting adalah komunikasi antara mahasiswa dan Pemkab Banyumas.
"Ide yang disampaikan harus di diskusikan. Soal PLTB, belum ada perkembangan lebih lanjut dan pembahasan lebih lanjut," jelasnya.
Deskart mempersilakan mahasiswa mengajukan audiensi ke bupati sehingga mendapat gambaran jelas terkait penanganan masalah yang disampaikan. (Tribunbanyumas/jti)