Breaking News:

Berita Purbalingga

Tunggu Hasi Kajian Dinas ESDM Jateng, Penanganan Tanah Bergerak di Pengadegan Purbalingga

Bencana alam tanah bergerak di Desa Tumanggal, Pengadegan, Purbalingga berdampak terhadap sedikitnya 214 kepala keluarga (KK), atau 710 jiwa.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
PEMKAB PURBALINGGA
Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi membonceng, meninjau lokasi bencana di Dukuh Pagersari, Desa Tumanggal, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga, Senin (7/12/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Penanganan dampak bencana tanah bergerak di Dukuh Pagersari, Desa Tumanggal, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga masih harus menunggu mitigasi dan analisis tim ahli dari Dinas ESDM Jateng dan Fakultas Geologi Unsoed Purwokerto. 

“Setelah mendapatkan hasil rekomendasi terkait kajian itu, baru kami tindaklanjut penanganan."

"Apakah perlu relokasi atau hanya renovasi,” ujar Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi kepada Tribunbanyumas.com, Senin (7/12/2020).

Baca juga: Pemkab Purbalingga Bakal Beri Hadiah Rp 2,5 Juta, Warga yang Laporkan Politik Uang Disertai Bukti

Baca juga: KPU Purbalingga Minta PPK Siapkan TPS Cadangan untuk 3 Wilayah Terancam Banjir dan Longsor

Baca juga: Cerita Penambang Pasir di Purbalingga, Arif Perlu Bersabar, Pasca Banjir Biasanya Ketiban Rezeki

Baca juga: Penuhi Hak Pilih Pasien Covid-19, Begini Gambaran Teknis KPU Purbalingga Saat Coblosan

Bencana alam tanah bergerak di Desa Tumanggal berdampak terhadap sedikitnya 214 kepala keluarga (KK), atau 710 jiwa.

Mereka menempati 165 rumah.

Adapun rumah yang mengalami kerusakan berjumlah 76 unit, terdiri dari rumah rusak berat sebanyak 20, rusak sedang 1 rumah, dan rusak ringan 55 rumah.

Selain bencana di Desa Tumanggal, bencana tanah longsor juga mengakibatkan dua titik jalan di Dukuh Mlayang, Desa Sidareja, Kecamatan Kaligondang nyaris terputus.

Tanah longsor juga terjadi di wilayah RT 04 RW 02 Desa Wlahar, Kecamatan Rembang.

Sedikitnya terdapat 6 KK terdampak karena tanah yang longsor berada persis di bagian belakang rumahnya.

Bupati juga mengecek lokasi bencana di Desa Kaliori, Kecamatan karanganyar.

Akibat tanah longsor, ruas jalan yang menghubungkan ke wilayah RT 22 terputus total.

Akibatnya, 80 keluarga yang menghuni wilayah itu hanya bisa mengakses jalan dengan berjalan kaki.

Selain itu, menurut keterangan Kades Kaliori, Ada Subarkat, di desanya juga ada satu jembatan yang mengalami putus akibat banjir.

Bupati Purbalingga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memberikan empati dan perhatian kepada warga yang membutuhkan. 

“Tentunya penanganan bencana di beberapa tempat membutuhkan sengkuyung dari seluruh elemen masyarakat,” katanya. (Khoirul Muzakki)

Baca juga: Bupati Banyumas Perintahkan ASN Berumur 55 Tahun dan Punya Riwayat Penyakit untuk WFH

Baca juga: Ibu Rumah Tangga di Banyumas Bawa Kabur Motor Teman Kos, Dijual di Luar Jawa Lewat Ekspedisi Bus

Baca juga: Bawa Spanduk, Petugas PT KAI Daop 5 Purwokerto Ajak Warga Hati-hati Melintasi Perlintasan Kereta

Baca juga: Diajari Bertani, Mantan Napi Binaan Bapas Purwokerto Kelola Rumah Penyulingan Minyak Sereh

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved