Breaking News:

Berita Purbalingga

Cerita Penambang Pasir di Purbalingga, Arif Perlu Bersabar, Pasca Banjir Biasanya Ketiban Rezeki

Meluapnya Sungai Klawing, menurut Arif, juga menyebabkan sekira 4 perahu warga untuk menambang pasir di Desa Jetis ikut hanyut.

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Banjir di sejumlah desa di Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga, Kamis (3/12/2020), bukan hanya membuat mobilitas warga terganggu, namun juga perekonomiannya.

Sebagian warga harus libur bekerja karena akses jalan tak bisa dilalui. 

Termasuk bagi penambang pasir seperti Arif, warga Desa Jetis, Kecamatan Kemangkon ini.

Baca juga: Pjs Bupati Purbalingga Jamin Kesehatan Warga yang Ingin Gunakan Hak Pilih di Pilkada 9 Desember

Baca juga: Penuhi Hak Pilih Pasien Covid-19, Begini Gambaran Teknis KPU Purbalingga Saat Coblosan

Baca juga: Pantau Kesiapan Pilkada Purbalingga, Sarwa Pramana Minta KPU Siapkan Dua Perlakuan Khusus

Baca juga: Hingga Siang, Luapan Sungai Klawing Masih Merendam Perumahan Taman Edelweis Purbalingga

Meluapnya Sungai Klawing memaksanya untuk libur menambang.

Dalam kondisi air sungai meluap, tidak mungkin ia memaksakan diri turun ke sungai.

Selain meluap hingga membanjiri daratan, arus sungai lebih kencang. 

Padahal untuk memunguti pasir, ia harus menyelam ke dasar sungai untuk mengaitkan jangkar yang terhubung ke perahu.

Dalam kondisi banjir, kata dia, kedalaman air bisa mencapai sekira 15 meter. 

"Kalau kondisi normal, menyelam paling 3 meter untuk mengaitkan jangkar."

"Kalau banjir begini bisa 15 meter dalamnya, jadi libur," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (4/12/2020). 

Halaman
123
Penulis: khoirul muzaki
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved