Breaking News:

Penanganan Corona

Bupati Banyumas Perintahkan ASN Berumur 55 Tahun dan Punya Riwayat Penyakit untuk WFH

Pemkab Banyumas memerintahkan seluruh ASN yang sudah berumur di atas 55 tahun bekerja dari rumah alias work from home (WFH).

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi pencegahan corona 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Pemkab Banyumas memerintahkan seluruh ASN yang sudah berumur di atas 55 tahun bekerja dari rumah alias work from home (WFH).

"Saya wajibkan, ASN yang berumur lebih dari 55 tahun atau punya komorbid, untuk WFH semua sampai kondisinya terkendali. Sampai saat ini, ada sekitar 30 orang," ujar Bupati Banyumas, Achmad Husein, saat ditemui Tribunbanyumas.com, di Pendopo Si Panji Purwokerto, Senin (7/12/2020).

Selain membatasi pegawai di lingkungan pemkab, Husein juga menaruh perhatian terhadap penyelenggaraan hajatan warga.

Dia menegaskan, pemkab melarang hajatan karena menurutnya, hajatan menjadi tempat paling rawang terjadinya penularan virus Covid-19 karena adanya interaksi secara langsung.

"Kalau pasar, bisa saling menjaga dan biasanya tempat terbuka, komunikasinya tidak seintens seperti hajatan. Kalau hajatan, ada saja yang tidak patuh protokol kesehatan dan kemarin ada klaster hajatan," ungkap bupati.

Baca juga: Update Covid-19 Banyumas 7 Desember 2020: Baru 1 Pekan, Kasus Kematian Sudah 31 Orang

Baca juga: Ibu Rumah Tangga di Banyumas Bawa Kabur Motor Teman Kos, Dijual di Luar Jawa Lewat Ekspedisi Bus

Baca juga: Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Banyumas Hampir 100 Orang, Ini Pesan Kepala Dinkes ke Warga

Baca juga: Dindik Banyumas Bakal Perpanjang PJJ hingga Tahun Depan Jika Kasus Covid-19 Masih Tak Terkendali

Terkait nasib para pekerja yang berhubungan dengan hajatan, seperti penata rias, sound system, dan lainnya, Husein meminta mereka mendaftarkan diri untuk mendapatkan bantuan bahan pokok.

Tidak hanya hajatan, bupati menyampaikan, jika kemungkinan penutupan tempat wisata di Banyumas akan diperpanjang.

"Akan kami lihat, kemungkinan diperpanjang lagi satu pekan. Kalau sudah, nanti dievaluasi dan kemungkinan bisa dibuka dengan pengetatan," tambahnya.

Sementara, ketika ditanya terkait kesiapan vaksin, bupati mengaku sudah ada komunikasi dengan pusat.

Yang jelas, pemberian vaksin akan diprioritaskan kepada tenaga kesehatan dan guru, atau sesuai prioritas dan SOP.

Bersama kita lawan virus corona.

Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 3M (memakai masker, rajin mencuci tangan menggunakan sabun, dan selalu menjaga jarak). (*)

Baca juga: CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi Pasrah Jika Klubnya Ditinggalkan Pemain Asing Akibat Kompetisi Mandeg

Baca juga: 17 Guru di Temanggung Terpapar Covid-19, 11 Orang dari SMPN 1 Temanggung

Baca juga: 50 Ribu Warga Korea Utara Dikabarkan Tewas di Tempat Karantina Covid-19

Baca juga: Membanggakan, Tiga Musisi Indonesia Bawa Pulang Piala MAMA 2020

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved