Berita Tegal

Pemkab Tegal Gelar Doa Bersama, Memohon Keselamatan Bangsa dari Pandemi Covid dan Bencana Alam

Pemkab Tegal menggelar doa bersama, memohon keselamatan bangsa dari pandemi Covid-19 dan bencana alam, tak terkecuali di Kabupaten Tegal.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DESTA LEILA KARTIKA
Forkompimda bersama tokoh agama dan masyarakat mengikuti acara doa bersama bertajuk "Dialog Keagamaan dan Kerukunan Beragama," di Pendopo Amangkurat, Jumat (19/2/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SLAWI - Pemkab Tegal menggelar doa bersama, memohon keselamatan bangsa dari pandemi Covid-19 dan bencana alam, yang saat ini terjadi di beberapa daerah, tak terkecuali Kabupaten Tegal.

Acara bertajuk "Dialog Keagamaan dan Kerukunan Beragama," berlangsung di Pendopo Amangkurat, Jumat (19/2/2021).

Hadir pada acara tersebut, Bupati Tegal Umi Azizah, perwakilan dari DPRD, anggota Forkopimda, ketua dan pengurus FKUB Kabupaten Tegal, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kabupaten Tegal.

Kegiatan doa bersama ini, menurut Bupati Umi, merupakan bentuk ikhtiar spiritual sebagai makhluk beragama.

Inilah bagian dari cara merawat dan mengikat kebersamaan, serta memperkuat solidaritas antar sesama umat manusia.

Baca juga: Razia Lapas Tegalandong Slawi, Tim Gabungan Temukan Pisau dan Handphone

Baca juga: Warga Kabupaten Tegal Ini Bikin Miniatur Kapal Bajak Laut, Hasil Menyulap Bambu Sisa Proyek Bangunan

Baca juga: 13 Rumah di Buniwah Kabupaten Tegal Rusak Diterjang Hujang Angin Tengah Malam

Baca juga: BMKG Tegal: Terpengaruh Monsun Asia, Cuaca Ekstrem Masih Berlangsung Hingga Maret 2021

Ia memandang, persoalan pandemi bukan semata-mata masalah kesehatan. Lebih dari itu, pandemi adalah persoalan kemanusiaan yang sejatinya juga persoalan moral.

"Pada kesempatan yang mulia ini, saya titip pesan agar setiap masalah sosial yang hadir akibat pandemi Covid-19 harus kita hadapi bersama-sama. Para pemimpin, tokoh agama, tokoh masyarakat, harus bersatu padu mengambil peran utama untuk menghadirkan kedamaian di tengah masa sulit ini," pesan Bupati Umi.

Saat memberikan sambutan, Umi mengatakan, ada satu hikmah yang ia ambil dari wabah yang dia sebut sebagai teguran Tuhan.

Yakni, pandemi yang telah mendisrupsi kehidupan ekonomi masyarakat justru menumbuhkan gerakan sosial yang masif.

Mulai dari donasi APD, dukungan moral kepada tenaga medis dan penderita Covid-19, hingga kesetiakawanan sosial yang tidak lagi memandang perbedaan kelas dan keyakinan, guna saling melindungi dan menyayangi satu sama lain untuk melawan Covid-19.

Inilah cerminan kebersatuan dalam menghadapi musibah dan kegiatan doa bersama ini salah satu jalan terbaik untuk memohon ampun kepada Yang Mahakuasa agar wabah ini segera berakhir.

"Mari kita bersatu dalam damai untuk menjadikan wabah Covid-19 ini sebagai pelajaran yang berharga agar kita bisa hidup adil dan seimbang dengan alam. Satu hal yang terpenting adalah kita harus mengutamakan keselamatan hidup bersama tanpa mengenal perbedaan suku, agama, ras, dan antargolongan," ujarnya.

Baca juga: Sudah Sepekan, Warga Kota Tegal Kesulitan Air Bersih. Setiap Hari Harus Nunggu Tangki Air Bantuan

Baca juga: Masih Verifikasi Data, Pemkot Semarang Belum Berencana Salurkan Bansos bagi Warga Terdampak Covid

Baca juga: Dapat Kabar Vaksin Mereka Beda dari Pejabat, 900-an Pedagang Pasar Gemolong Sragen Tolak Vaksinasi

Baca juga: 15 Korban Longsor Banjarpanepen Banyumas Direlokasi, Dapat Rumah Senilai Rp 50 Juta/KK

Dengan adanya pandemi Covid-19 ini, lanjut Umi, sebagai makhluk Tuhan yang dikaruniai akal dan pikiran harus bisa memahami bahwa Tuhan mengingatkan umatnya untuk instrospeksi diri, apakah sudah benar-benar amanah menjaga bumi atau belum.

Karena setiap musibah yang hadir di muka bumi ini adalah bagian dari cara Tuhan mengingatkan umat manusia.

"Pandemi Covid-19 memang telah menjadi tonggak sejarah kehidupan di dunia. Namun kita semua tidak boleh pesimis dan harus tetap berusaha, berjuang bersama mengalahkan pandemi ini," katanya.

"Salah satu caranya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan 5M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas yang tidak perlu. Jika semua mematuhi 5M, insyaallah Covid-19 bisa segera hilang, tidak hanya di Kabupaten Tegal tapi juga Indonesia," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved