Berita Kudus

Tak Perlu Khawatir, Plt Bupati Kudus Jamin Penuhi Makan dan Layanan Kesehatan bagi Pengungsi Banjir

Pelaksana tugas Bupati Kudus Hartopo memastikan terpenuhinya kebutuhan makan pengungsi akibat banjir di Kudus.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/RAKA F PUJANGGA
Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kudus Hartopo mengunjungi tempat pengungsian di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Sabtu (6/2/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo memastikan terpenuhinya kebutuhan makan tiga kali sehari dan layanan kesehatan bagi pengungsi banjir di sejumlah wilayah di Kudus.

Karenanya, Hartopo meminta para pengungsi tidak khawatir. Kebutuhan logistik dan layanan kesehatan telah dijamin pemerintah.

"(Kebutuhan) pengungsi di sini tercukupi semua, mulai makan tiga kali sehari, ada pengobatan gratis, dan terkait keamanan untuk pengungsi sendiri," tutur Hartopo saat mengecek kondisi pengungsi di Desa Payaman, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Senin (8/2/2021).

Banjir Landa 10 Desa di 3 Kecamatan di Kudus, 1 Dukuh Terisolir. Warga Harus Pakai Perahu Karet

Banjir Berwarna Hitam Genangi Tiga Dukuh di Desa Jati Kudus, Diduga dari Limbah

4.511 Nakes di Kudus Jalani Vaksinasi Tahap Kedua‎, Bupati: Mudah-mudahan, Setelah Ini Semua Warga

Pertamina Pastikan Penyaluran BBM dan Elpiji ke Kudus dan Jepara Tak Terganggu Banjir

Hartopo mengatakan, pihaknya telah menyediakan logistik berupa kebutuhan pokok, selimut, serta masker untuk para pengungsi.

"Mudah-mudahan, pengungsi merasa nyaman karena dilayani secara baik," ujarnya.

Mengingat intensitas hujan beberapa hari terakhir, Hartopo mengkhawatirkan kondisi korban banjir yang memilih bertahan di rumah. Pihaknya pun mengimbau korban banjir segera mengungsi.

"Untuk saudara-saudara yang masih mengungsi di tempat saudara atau tetangga, segera mengungsi di sini. Karena tempatnya lebih hangat dan nyaman, supaya masyarakat tetap sehat," jelasnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus mencatat, hingga Minggu (7/2/2021) malam, jumlah warga terdampak banjir di Kudus mencapai 17.614 orang.

‎Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kudus, Budi Waluyo menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak banjir, pihaknya mendirikan dapur umum di delapan desa, yakni Desa Jati Wetan, Temulus, Payaman, Gulang, Ngemplak, Karangrowo, Jetiskapuan, dan Tanjungkarang.

‎"Kami memberikan nasi bungkus yang disediakan pada pagi, siang, dan malam hari," ujar dia.

Budi menjelaskan, bagi warga masyarakat yang mengungsi, telah disiapkan kendaraan untuk membantu mengangkut warga.

Kendati demikian, tidak semua warga berminat mengungsi ke tempat pengungsian umum. Masih ada warga yang memilih bertahan di rumahnya masing-masing.

Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Selasa 9 Februari 2021 Rp 1.900.000 Per 2 Gram

Berniat Siapkan Sarapan bagi Pengungsi, Warga Karangjompo Pekalongan Malah Temukan Tiga Rusa

Disebut Banjir Terparah, Pemkot Pekalongan Tetapkan Status Tanggap Darurat hingga 20 Februari

Satu di antaranya, Nurhadi (60), warga Ngemplak, yang memilih bertahan karena memiliki kambing peliharaan.

"Di rumah ada enam kambing. Kalau saya mengungsi, siapa yang mengurusinya," jelas dia.

Meskipun akses jalan tertutup banjir, dia memiliki sampan yang dipakai untuk melewati banjir. Banjir di rumahnya sudah sampai ketinggian satu meter.

"Dari depan rumah sudah banjir, jadi saya pakai sampan sampai jalan terdekat. Antar istri beli kebutuhan pokok," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved