Berita Pekalongan

Disebut Banjir Terparah, Pemkot Pekalongan Tetapkan Status Tanggap Darurat hingga 20 Februari

Pemerintah Kota Pekalongan menetapkan status tanggap darurat bencana banjir hingga dua pekan ke depan.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/INDRA DWI PURNOMO
Pengungsi memenuhi serambi Masjid Al Karomah Tirto, Senin (8/2/2021) malam. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PEKALONGAN - Pemerintah Kota Pekalongan menetapkan status tanggap darurat bencana banjir hingga dua pekan ke depan.

Status tanggap darurat ini ditetapkan bersamaan terbitnya Surat Keputusan (SK) Wali Kota Pekalongan Saelany Machfudz, yang dikeluarkan Minggu (7/2/2021).

"Dengan kejadian banjir yang kembali menggenangi Kota Pekalongan akibat curah hujan yang tinggi dan meluapnya beberapa sungai ke permukiman, kami bersama jajaran Forkopimda telah melakukan rapat koordinasi penanganan banjir," kata Wali Kota Pekalongan Saelany, Senin (8/2/2021).

"Kami tetapkan bahwa Kota Pekalongan dalam status tanggap darurat bencana banjir, 14 hari mendatang atau hingga 20 Februari 2021," imbuhnya.

22 Kelurahan di Kota Pekalongan Kebanjiran: Ketinggian Air Bertambah, Evakuasi Warga Terus Dilakukan

Banjir Terjang 3 Kecamatan di Kota Pekalongan, Ini 16 Titik Pengungsian yang Disiapkan

Hati-hati, Jalur Pantura di Perbatasan Kabupaten dan Kota Pekalongan Banjir. Kendaraan Mengular

Jembatan Rembun Pekalongan Ambles Tak Bisa Dilewati, Pemkab Minta Exit Tol Bojong Dibuka Sementara

Menurutnya, penerbitan SK ini bertujuan agar penanganan banjir lebih leluasa, terutama terkait persiapan pendanaan dan koordinasi dengan pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi.

Lewat penetapan status tanggap darurat banjir ini, pemkab juga bisa mengalokasikan dana dari dana cadangan yang telah disiapkan senilai Rp 1,5 miliar untuk diprioritaskan dalam penanganan bencana, kesehatan, maupun konsumsi bagi para pengungsi dan warga terdampak banjir.

"Dari 27 kelurahan yang ada, 22 kelurahan di antaranya terdampak banjir dan 2.882 orang mengungsi di 43 titik pengungsian yang telah disiapkan," kata Saelany.

"Sementara, untuk warga yang terdampak banjir namun tidak mengungsi, seluruhnya total ada 14 ribu jiwa," ujarnya.

Saelany menambahkan, banjir yang melanda Kota Pekalongan kali ini paling tinggi dibandingkan kejadian serupa di tahun-tahun sebelumnya.

Karena itu, dia mengimbau seluruh masyarakat selalu waspada.

"Karena bencana bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, yang terjadi ke depan tidak ada yang tahu. Kami minta, selalu waspada untuk menjaga diri dan keluarga dimanapun berada," tambahnya. (*)

Jateng di Rumah Saja Bakal Digulirkan Lagi? Begini Jawaban Gubernur Ganjar Pranowo

Brigjen Pol Prasetijo Utomo Dituntut 2,5 Tahun Penjara, Kasus Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra

Sudah Keempat Kalinya, Ari Lasso Absen di Bangku Juri Indonesian Idol

40 Sekolah Terdampak Banjir dan Longsor di Kendal, Disdikbud Upayakan Hal Berikut Ini

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved