Breaking News:

Penanganan Corona

BPOM Izinkan Vaksinasi Covid Sinovac untuk Lansia, Vaksinasi Nakes di Atas 60 Tahun Dimulai Besok

Tenaga kesehatan (nakes) berumur 60-70 tahun akan menerima vaksin Covid-19 Sinovac mulai Senin (8/2/2021).

Tangkap layar kanal YouTube Sekretariat Presiden
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Tenaga kesehatan (nakes) berumur 60-70 tahun akan menerima vaksin Covid-19 Sinovac mulai Senin (8/2/2021).

Kebijakan ini dikeluarkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin seusai terbitnya izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terhadap vaksin Sinovac untuk masyarakat usia di atas 60 tahun.

"Kami juga sudah mengomunikasikan dengan teman-teman jajaran Kemenkes di lapangan agar mulai besok, hari Senin pukul 09.00 WIB, vaksinasi untuk orang-orang dengan usia di atas 60 tahun, bisa kami mulai, dengan prioritas pertama adalah tenaga kesehatan dengan usia di atas 60 tahun," kata Budi melalui konferensi pers daring, Minggu (7/2/2021).

BPOM Beri Lampu Hijau, Vaksin Covid Sinovac Kabarnya Boleh Diberikan ke Lansia 60-70 Tahun

Benarkah Kabar Nakes Meninggal Seusai Disuntik Vaksin? Berikut Fakta dan Keterangan Dinkes Cilacap

Masih Banyak Nakes Belum Disuntik Vaksin, Dinkes Blora: Kami Jadwalkan 8 Februari 2021

166 Nakes Batal Disuntik Vaksin, DKK Salatiga: Mereka Menderita Penyakit Permanen

Budi mengaku bersyukur dengan terbitnya izin edar darurat Sinovac untuk lansia.

Pasalnya, lansia menjadi kelompok yang menyumbangkan angka besar dalam kasus kematian akibat Covid-19.

Dari total kasus Covid-19 di Indonesia, jumlah lansia yang terpapar virus corona sekitar 10 persen.

Tetapi, dari angka tersebut, 50 persen di antaranya meninggal dunia.

"Itu menunjukkan bahwa lansia ini memang risiko (kematian)-nya lebih tinggi dibandingkan dengan kita-kita yang usianya masih di bawah 60 tahun," ujar Budi.

Budi mengatakan, ada sekitar 11.600 tenaga kesehatan usia lebih dari 60 tahun yang hingga kini belum diberi vaksin Covid-19 karena menunggu terbitnya izin edar darurat dari BPOM.

Dengan terbitnya izin edar darurat ini, Budi yakin, beban berat penanganan pandemi dapat dikurangi.

Halaman
12
Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved