Berita Populer
5 Berita Populer: Mal di Kabupaten Tegal Tetap Buka Akhir Pekan Ini-Pembunuhan Dalang Rembang
Berikut lima berita populer dan paling banyak mendapat perhatian pembaca Tribunbanyumas.com, Kamis:
TRIBUNBANYUMAS.COM - Berita terkait gerakan Jateng di Rumah Saja di sejumlah wilayah di Jawa Tengah menarik perhatian pembaca Tribunbanyumas.com, Kamis (4/2/2021).
Gerakan yang diluncurkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo itu mengharapkan sejumlah tempat wisata dan pusat perbelanjaan tutup dan warga tak beraktivitas di luar rumah.
Namun, di Kabupaten Tegal, pemkab mengambil kebijakan tetap membuka tempat wisata dan mal karena alasan tertentu.
Sementara, Kota Salatiga hanya menutup mal selama akhir pekan ini.
• Waspada Banjir, Purbalingga sampai Cilacap Hari Ini Diperkirakan Hujan dari Siang hingga Malam
• Jelang Jateng di Rumah Saja, Warga Serbu Pasar Banjardowo Pemalang: Borong Sembako Tanpa Jaga Jarak
• Perahu Berpenumpang 4 Orang Terbalik di Dekat Jembatan Cibereum Cilacap, 1 Orang Masih Hilang
Artikel lain yang banyak dibaca di antaranya, banjir berwarna hitam melanda tiga dukuh di Desa Jati Kudus, kisah nenek pencopet di Pasar Mandiraja Bajarnegara yang kini bekerja di Ponpes Alif Baa, dan pembunuhan Dalang Ki Anom Subekti dan tiga keluarganya di Rembang.
Berikut lima berita populer Tribunbanyumas.com, Kamis:
1. Tempat Wisata dan Mal di Kabupaten Tegal Tetap Buka saat Gerakan Jateng di Rumah Saja, Ini Alasannya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal tidak akan ketat menjalankan gerakan Jateng di Rumah Saja, 6-7 Februari.
Bupati Tegal Umi Azizah menegaskan, selama gerakan tersebut, pihaknya tidak akan menutup tempat wisata maupun pusat perbelanjaan.
Pihaknya lebih mengedepankan penjagaan dan memperketat penerapan protokol kesehatan masyarakat lewat operasi yustisi, terutama di tempat rawan kerumunan, semisal pasar dan mal.
Nantinya, akan ada petugas yang berjaga di lokasi tersebut untuk memantau kepatuhan protokol kesehatannya.
"Kami sudah mengadakan rapat membahas surat edaran Gubernur Jateng tentang gerakan Jateng di Rumah Saja. Prinsipnya, kami lebih menekankan pada pembatasan kegiatan masyarakat," ungkap Umi, Kamis (4/2/2021).
Artikel selengkapnya bisa dibaca di sini.
2. Banjir Berwarna Hitam Genangi Tiga Dukuh di Desa Jati Kudus, Diduga dari Limbah.
Banjir berwarna hitam dan bau menyengat menggenangi permukiman RW 03, Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, sejak Selasa (2/2/2021). Air banjir diduga telah tercampur limbah.
Babinkamtibmas Jati Wetan, Aiptu Santo mengatakan, sudah mendapatkan laporan terkait keluhan warga tersebut.
Banjir yang diduga limbah itu menyebar di tiga dukuh, yakni Dukuh Tanggulangin, Gendok, dan Barisan.
"Airnya keruh, berwarna hitam dan bau seperti ada limbah yang masuk," ujarnya, Rabu (3/1/2021).
Tak hanya bau, kata dia, air diduga limbah itu juga mengganggu kesehatan warga sekitar.
Artikel selengkapnya bisa dibaca di sini.
3. Di Salatiga, Hanya Mal yang Tutup saat Jateng di Rumah Saja di Terapkan.
Wali Kota Salatiga Yuliyanto mendukung program Jateng di Rumah Saja, 6-7 Februari 2021.
Yuliyanto mengatakan, gerakan yang diinisiasi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo tersebut merupakan ikhtiar dalam rangka memutus mata rantai penularan Covid-19.
• Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Jumat 5 Februari 2021 Rp 1.907.000 Per 2 Gram
• Bupati dan Wali Kota Bolehkan Pasar Buka saat Jateng di Rumah Saja, Gubernur Ganjar: Monggo
• Mendikbud Tiadakan Ujian Nasional 2021, Ini 3 Syarat Kelulusan: Satu di Antaranya Perilaku Baik
"Saya turut mendukung Jateng Di Rumah Saja yang digagas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Program tersebut menjadi ikhtiar untuk menekan laju penularan Covid-19," terangnya saat ditemui di Rumah Dinas Wali Kota, Kamis (4/2/2021).
Menurut Politisi Partai Gerindra itu, berdasar fakta lapangan, telah banyak warga Salatiga yang terpapar Covid-19 karena mobilitas keluar kota yang sangat tinggi.
Artikel selenegkapnya bisa dibaca di sini.
4. Kekaguman Gus Hayat Kepada Nenek yang Diduga Mencopet di Banjarnegara: Dia Lancar Lafalkan Alquran.
Kisah nenek RN (49), wanita yang diduga mencopet di Pasar Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, sempat viral.
Beruntung, korban yang merasa dirugikan atas kejadian itu, Lasiem, warga Desa Somawangi memutuskan tidak memerkarakan wanita itu.
Dia memilih jalur musyawarah untuk menyelesaikan kasus itu secara kekeluargaan.
Alhasil, nenek yang tinggal sebatang kara di rumahnya, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap itu selamat dari ancaman hukum pidana.
Polres Banjarnegara pun memberikan bantuan untuk memotivasi agar nenek itu tidak mengulang perbuatannya.
Kisah nenek itu pun mengetuk hati pengasuh Pondok Pesantren Alif Baa, Mantrianom Banjarnegara, KH Khayatul Makki.
Dia prihatin atas kondisi RN siap memberikan bimbingan akhlak agar orangtua itu kembali ke jalan yang benar.
• Empat Pintu Masuk Purbalingga Bakal Ditutup Selama Dua Hari, Pemberlakuan Jateng di Rumah Saja
• Polres Banjarnegara Ciptakan Terminal Siaga Candi, Petugas Bakal Periksa Tiap Bus dan Penumpang
• Hipmi Banyumas Tolak Jateng di Rumah Saja, Supangkat: Aspirasi Mereka Segera Kami Teruskan
Seusai dari Polres Banjarnegara, Rabu (3/2/2021), RN pun diantar ke Ponpes Alif Baa.
Artikel selengkapnya bisa dibaca di sini.
5. Ketua RT Dengar Motor Berknalpot Brong Mondar-mandir Sebelum Ki Anom Subekti Rembang Ditemukan Tewas.
Ketua RT 04 RW 01 Desa Turusgede, Kecamatan/Kabupaten Rembang, sempat mendengar suara motor berknalpot brong pada tengah malam, menjelang ditemukan tewasnya keluarga Dalang Ki Anom Subekti.
"Sekitar pukul 24.00 malam saya dengar ada satu motor brong wara-wiri (mondar-mandir)," ujar dia.
Pagi tadi, Ki Anom Subekti bersama tiga orang anggota keluarganya, yakni Tri Purwati, sang istri; AS (13), putrinya; dan GLK (11), cucunya; ditemukan tewas dengan luka lebam dan pendarahan.
Mereka ditemukan tewas di kamar tidur masing-masing.
Artikel selengkapnya bisa dibaca di sini. (*)