Penanganan Corona

Di Salatiga, Hanya Mal yang Tutup saat Jateng di Rumah Saja di Terapkan

Wali Kota Salatiga Yuliyanto mendukung program Jateng di Rumah Saja, 6-7 Februari 2021.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Wali Kota Salatiga Yuliyanto saat dijumpai di rumah dinasnya, Kamis (4/2/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Wali Kota Salatiga Yuliyanto mendukung program Jateng di Rumah Saja, 6-7 Februari 2021.

Yuliyanto mengatakan, gerakan yang diinisiasi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo tersebut merupakan ikhtiar dalam rangka memutus mata rantai penularan Covid-19.

"Saya turut mendukung Jateng Di Rumah Saja yang digagas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Program tersebut menjadi ikhtiar untuk menekan laju penularan Covid-19," terangnya saat ditemui di Rumah Dinas Wali Kota, Kamis (4/2/2021).

Gerakan Jateng di Rumah Saja, Gubernur Ganjar: Berlaku Akhir Pekan, Tempat Wisata Tutup Dulu

166 Nakes Batal Disuntik Vaksin, DKK Salatiga: Mereka Menderita Penyakit Permanen

Disdik Kota Salatiga Perpanjang Masa Pembelajaran Daring Hingga Akhir Januari, Berikut Alasannya

DKK Salatiga Sebut Data Sasaran Penerima Vaksin Masih Diupdating KPCPEN

Menurut Politisi Partai Gerindra itu, berdasar fakta lapangan, telah banyak warga Salatiga yang terpapar Covid-19 karena mobilitas keluar kota yang sangat tinggi.

Ia menambahkan, pengendalian Covid-19 tidak hanya bertumpu pada pemerintah atau Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 tetapi perlu kerjasama dari masyarakat.

"Karena apa? Virus ini kan bisa menyerang siapa saja. Protokol kesehatan saja masih sering diabaikan. Setiap operasi yustisi, masih ada yang tidak pakai masker. Kalau kita terus abai terhadap hal ini maka Covid-19 akan terus merajalela," katanya.

Yuliyanto mengakui, sebagai wilayah penghubung Kota Solo dan Semarang, banyak orang yang berlalu lalang di Salatiga.

Sehingga, mekanisme pembatasan terkait aktivitas masyarakat perlu dukungan dari masyarakat itu sendiri.

Secara teknis, dikatakan Yuliyanto, penerapan Jateng Di Rumah Saja akan berupaya menyeimbangkan kepentingan ekonomi dan kesehatan masyarakat Kota Salatiga.

"Toko modern kami buka sesuai aturan PPKM kemarin. Lalu, mal kami pastikan ditutup. Kemudian, pasar tradisional ada yang kami tutup dan buka, serta diawasi petugas gabungan," ujarnya.

Curi Kalung Emas Teman Seusai Mangkal, PSK di Kota Semarang Dipolisikan

Banjir Bandang Terjang Pasuruan Jatim, 2 Warga Tewas Terseret Arus Hingga 1 Kilometer

Tempat Wisata dan Mal di Kabupaten Tegal Tetap Buka saat Gerakan Jateng di Rumah Saja, Ini Alasannya

Ketua RT Dengar Motor Berknalpot Brong Mondar-mandir Sebelum Ki Anom Subekti Rembang Ditemukan Tewas

Terpisah, Ketua DPRD Kota Salatiga Dance Ishak Palit mengaku sepakat dengan Gerakan Jateng di Rumah Saja.

Hal itu dinilai sebagai sebuah gerakan moral sehingga masyarakat diharapkan berpartisipasi.

Dance menyebut, ide dasar gerakan Jateng di Rumah Saja adalah mengajak warga mengurangi pertemuan tatap muka yang rentan menjadi sarana penularan Covid-19.

"Nah, ibarat gas rem ini antara ekonomi dan kesehatan. Jika ekonomi dilonggarkan maka kesehatan harus diperketat, terutama penerapan protokol kesehatan," jelasnya.

Politisi PDIP itu mengungkapkan, mengubah perilaku masyarakat dalam menghadapi pandemi memang susah gampang.

Karenanya, dia mengusulkan, langkah preventif dan promotif digencarkan agar timbul kesadaran.

Gerakan Jateng di Rumah Saja ke depan, diharapkan menjadi gaya hidup atau pola hidup baru masyarakat dalam mengatasi pandemi virus Corona tanpa diwarnai ancaman sanksi. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved