Penanganan Corona
DKK Salatiga Sebut Data Sasaran Penerima Vaksin Masih Diupdating KPCPEN
Data sasaran penerima vaksinasi Covid-19 itu sampai saat ini masih updating di Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - DKK Salatiga menyebut, kebutuhan vaksinasi virus corona (Covid-19) di Kota Hati Beriman mencapai 133.431 ribu dosis.
Kepala DKK Salatiga, Siti Zuraidah mengatakan, ratusan ribu dosis vaksin Sinovac itu nantinya akan disuntikkan kepada ribuan tenaga kesehatan.
Kemudian bagian pelayanan publik pada organisasi perangkat daerah (OPD), masyarakat rentan, dan umum serta lainnya.
Baca juga: Anak di Salatiga Gugat Ibu ke Pengadilan Gara-gara Mobil Fortuner
Baca juga: Kejari Sebut Bakal Ada Tersangka Lain, Kasus Dugaan Korupsi Pengelolaan Keuangan PDAU Salatiga
Baca juga: Pasang Tarif Rapid Test Antigen Rp 1,7 Juta, Klinik di Salatiga Kena Teguran Pemkot
Baca juga: Komplotan Pencuri Kabel Telkom Ditangkap, Kapolres Salatiga: Ini Jaringan Lintas Provinsi
“Data sementara sasaran kami untuk vaksinasi tahap pertama termin kedua sebanyak 2.825 tenaga kesehatan."
"Lalu 12.984 pelayan publik, 46.105 masyarakat rentan, 46.731 masyarakat umum, dan 24.786 lainnya."
"Sehingga total 133.431 ribu orang,” terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (22/1/2021).
Menurut Zuraidah, data sasaran penerima vaksinasi Covid-19 itu sampai saat ini masih updating di Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).
Sehingga menurutnya, sewaktu-waktu dapat berubah.
Ia menambahkan, adapun sejumlah sarana dan prasarana penunjang vaksinasi telah dipersiapkan meliputi rumah sakit dan Puskesmas.
Masing-masing ada enam atau total 12 fasilitas layanan kesehatan.
“Kemudian ditambah 16 klinik yang telah mendaftarkan tenaga kesehatannya untuk melakukan vaksinasi."
"Sesuai surat dari Kemenkas Nomor SR.02.06/II/80/2021, pelaksanaan vaksinasi di Kota Salatiga pada Februari 2021,” katanya.
Terpisah, Wali Kota Salatiga, Yuliyanto menyatakan, bersama jajaran Forkopimda bersedia untuk divaksin pertama kali.
Itu bertujuan agar tidak muncul rasa takut oleh masyarakat sehingga rentan mempercayai informasi palsu (hoaks).
Pihaknya mengungkapkan, terkait rencana vaksinasi telah dijamin keamanannya dari BPOM serta halal oleh MUI.