Breaking News:

Berita Korupsi

Kejari Sebut Bakal Ada Tersangka Lain, Kasus Dugaan Korupsi Pengelolaan Keuangan PDAU Salatiga

Eddy Bujanayasa mengatakan, tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan PDAU Salatiga Tahun 2012-2018 sementara ini baru ditetapkan 1 orang.

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Kepala Kejari Kota Salatiga, Eddy Bujanayasa. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Kajari Kota Salatiga menduga tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Salatiga, lebih dari satu orang.

Kepala Kejari Kota Salatiga, Eddy Bujanayasa mengatakan, tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan PDAU Salatiga Tahun 2012-2018 sementara ini baru ditetapkan satu orang.

Baca juga: Mantan Direktur PDAU Kota Salatiga Resmi Jadi Tersangka, Kasus Dugaan Korupsi Pengelolaan Keuangan

Baca juga: Pasang Tarif Rapid Test Antigen Rp 1,7 Juta, Klinik di Salatiga Kena Teguran Pemkot

Baca juga: Salatiga Masih Zona Merah Covid-19, Disdik Perpanjang Pembelajaran Jarak Jauh

Baca juga: Wali Kota Salatiga Yuliyanto Ancam Evaluasi Izin Klinik yang Patok Harga Rapid Test Antigen Tinggi

"Kami baru menetapkan tersangka satu orang lantaran belum cukup bukti untuk menetapkan tersangka lainnya."

"Kasus ini masih dalam penyidikan dan kami kembangkan," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (12/1/2021).

Menurut Eddy, modus yang dilakukan tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan PDAU Salatiga berinisial MY ini adalah menggunakan uang hasil beberapa usaha memperkaya diri sendiri. 

"Jadi hasil dari beberapa usaha seperti SPBU dan lainnya, sebagian uangnya digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka," katanya.

Kasi Pidsus Kejari Kota Salatiga, Hadrian Suharyono menjelaskan, setelah dilakukan penetapan dan penahanan tersangka, pihaknya memiliki waktu 20 hari untuk menuntaskan kasus ini. 

Penyidik secepatnya melengkapi berkas agar kasus yang ini bisa segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang.

"Setelah pemberkasan selesai, kasus ini langsung kami limpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang."

"Namun kapan waktunya, kami belum bisa memastikan."

"Yang jelas secepatnya akan kami limpahkan," ujarnya. (M Nafiul Haris)

Baca juga: Kisah Remaja Asal Temanggung Berjuang Lawan Kanker, Terpaksa Mengubur Impian Jadi Kiper Profesional

Baca juga: Kisah 83 Warga Karanggambas Purbalingga Sembuh Covid-19, Kini Mereka Percaya dan Disiplin Prokes

Baca juga: Kisah Sedih Pedagang Sayur Cantik di Kabupaten Pati: Saya Gantikan Ibu, Kasihan Sedang Hamil Tua

Baca juga: Kisah Ibu Muda Pengambil Spesimen Swab di Tegal, Selalu Khawatirkan Anak dan Keluarga

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved