Jateng di Rumah Saja

Hipmi Banyumas Tolak Jateng di Rumah Saja, Supangkat: Aspirasi Mereka Segera Kami Teruskan

Ketua HIPMI Banyumas, Undi Harto mengatakan, kebijakan Jateng di Rumah Saja yang digagas Ganjar Pranowo tersebut sangat merugikan para pengusaha. 

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Pengurus HIPMI Banyumas beraudiensi dengan anggota DPRD Kabupaten Banyumas menyatakan sikap penolakan terhadap kebijakan Jateng di Rumah Saja, Kamis (4/2/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mendatangi kantor DPRD Kabupaten Banyumas, Kamis (4/2/2021).

Mereka menyatakan sikap penolakan terhadap kebijakan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo tentang gerakan ' Jateng di Rumah Saja' selama dua hari. 

Ketua HIPMI Banyumas, Undi Harto mengatakan, kebijakan yang digagas Ganjar Pranowo tersebut sangat merugikan para pengusaha. 

Puluhan Mobil Dinas Dikerahkan, Tiap Kamis Kelilingi Banyumas, Sosialisasikan Pencegahan Covid-19

Datang ke Kos Lama, Warga Ajibarang Banyumas Ini Gasak Skin Care dan Celengan Penghuni Baru

Warga KTP Jateng Dilarang Masuk Banyumas, Sekda: Kami Akan Minta Mereka Balik Lagi

Gerakan Jateng di Rumah Saja di Banyumas, Pasar Tradisional Tetap Buka dalam Penjagaan Petugas

"Sabtu (6/2/2021) dan Minggu (7/2/2021) itu ekonomi diharapkan naik, malah ditutup karena kebijakan ini." 

"Padahal dengan adanya PPKM dan prokes sudah membuat ekonomi sangat terdampak," ucapnya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (4/2/2021). 

Para pengusaha muda ini menginginkan adanya kelonggaran yaitu agar usaha tetap bisa buka namun dengan penerapan prokes yang ketat. 

Menurutnya sampai sejauh ini dengan adanya kebijakan PPKM penurunan omset pengusaha terutama pengusaha kecil dan menengah bisa lebih dari 70 persen.

"Yang terdampak paling terasa itu seperti sektor pengusaha kuliner." 

"Contohnya seperti warung kopi itu ada yang sehari paling melayani satu pembeli dengan harga Rp 15 ribu." 

"Atau ada juga pengusaha makanan yang sehari paling satu atau dua paket," katanya. 

Ketua HIPMI Banyumas, Undi Harto seusai beraudiensi di Kantor DPRD Kabupaten Banyumas, Kamis (4/2/2021).
Ketua HIPMI Banyumas, Undi Harto seusai beraudiensi di Kantor DPRD Kabupaten Banyumas, Kamis (4/2/2021). (TRIBUN BANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI)

HIPMI Banyumas pada intinya menolak dengan kebijakan ' Jateng di Rumah Saja' dan meminta adanya kelonggaran. 

Menanggapi pernyataan tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Banyumas, Supangkat telah menerima aspirasi dari mereka. 

Supangkat menerima aspirasi tersebut dan akan segera disampaikan kepada Ketua DPRD Kabupaten Banyumas, Budhi Setiawan.

Termasuk juga kepada Bupati Banyumas, Achmad Husein.

Harapannya agar bisa secepatnya pula dapat diteruskan kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo

"Mereka menyampaikan adanya kesulitan ekonomi terutama modal yang bersumber dari utang itu sudah dibelanjakan dan takut rugi." 

"Intinya adalah dikaji kembali dan minta kelonggaran," jelasnya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (4/2/2021). 

Supangkat prihatin dan bersedih jika para pengusaha tersebut harus putus modal. (Permata Putra Sejati)

Polisi Bubarkan Paksa Massa di Pengadilan Negeri Karanganyar, Sidang Kedua Kasus Dugaan Penganiayaan

Bendahara Pemkab Kebumen Minta Maaf, Gaji dan TPP ASN Bulan Januari Telat. Ini Penyebabnya

Pendatang Masuk Cilacap Wajib Bawa Hasil Rapid Test Antigen, Wilayah Perbatasan Bakal Dijaga

RS Ortopedi Purwokerto Kena Tipu, Beli MRI Tidak Sesuai Perjanjian, Direktur PT TAM Jadi Tersangka

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved