Breaking News:

Penanganan Corona

Terapkan Gerakan Jateng di Rumah Saja, Tempat Wisata dan Mal di Banyumas Harus Tutup Sabtu Minggu

Pemkab Banyumas menindaklanjuti kebijakan Jateng di Rumah Saja yang dikeluarkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Bupati Banyumas Achmad Husein saat ditemui di Pendopo Si Panji Purwokerto, Rabu (3/1/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas menindaklanjuti kebijakan Jateng di Rumah Saja yang dikeluarkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan, inti dari kebijakan tersebut adalah pemutusan Covid-19.

Akan tetapi, menurutnya, jangan sampai kebijakan ini membuat sektor ekonomi tidak bergerak, apalagi menekan orang-orang kecil.

"Tempat-tempat seperti mal dan toko modern itu wajib tutup. Tapi, pasar tradisional tidak tutup, hanya kami kendalikan sistem keluar dan masuknya supaya pembeli jangan sampai berdesak-desakan," kata Husein saat ditemui di Pendopo Si Panji Purwokerto, Rabu (3/2/2021).

5.432 Pekerja di Banyumas Dirumahkan Akibat Pandemi Covid, Mayoritas Pekerja Bidang Pariwisata

Kasus Covid Tembus 6.774 Pasien, Bupati Banyumas Ajak Ormas Jaga Warga Desa dari Penularan Corona

Lewat Zoom Meeting, Bupati Banyumas dan Istri Ajak Ibu-ibu Jaga Keluarga dari Penularan Covid-19

Dilatih Mandiri, Warga Binaan Rutan Banyumas Tanam 200 Pohon Pisang Ulin di Luar Tembok Rutan

Nantinya, akan ada petugas dari TNI dan Polri yang berjaga serta mengatur para pembeli di pasar tradisional supaya bergantian keluar masuk pasar.

Pemkab mengerahkan kurang lebih 50 mobil yang akan memberikan sosialiasi lewat pengeras suara, supaya warga patuh protokol kesehatan.

Dalam kesempatan itu, bupati juga memperingatkan masyarakat agar tak meremehkan saat mengalami gejala mirip terpapar virus Covid-19.

"Kebanyakan, yang meninggal itu karena sakit tidak mau berobat, ketika akan berobat sudah terlambat," imbuhnya.

Terkait adanya kecemburuan kebijakan penutupan mal dan toko modern, menurut bupati itu hal yang wajar.

"Kalau yang berkunjung ke mal itu orang-orang kaya berduit. Sedangkan pasar tradisional itu orang kecil sehingga harus kita lindungi. Tapi, saya kira, wajar kalau ada kecemburuan," ungkapnya.

Bukan hanya mal dan toko modern yang diminta tutup tetapi juga kafe dan restoran.

Sedangkan sektor UMKM dan pengusaha kecil akan dipantau bagaimana penerapan protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, dan tetap pakai masker.

Vaksinasi Covid kepada 604 Nakes di Temanggung Dijadwalkan Ulang, Ini Penyebabnya

Tolak Penutupan Pasar saat Gerakan Jateng di Rumah Saja, Ini Solusi yang Ditawarkan APPSI

Hari Keempat Pencarian Pekerja Tenggelam di Sungai Serayu Cilacap, Tim SAR Fokus di Area PLTU

Digoyang Isu Kudeta, Ini Curhat Forum Pendiri dan Senior Partai Demokrat Terkait Internal Partai

Sementara itu, semua tempat wisata juga wajib tutup tanpa terkecuali.

"Pengawasan akan tetap dijalankan di perbatasan. Tidak usah pergi kalau tidak perlu-perlu banget," tuturnya.

Diakui Husein, pengawasan tidak dapat dilakukan secara 100 persen selama 24 jam dalam sehari. Tetapi, pihaknya akan rutin melakukan patroli. (Tribunbanyumas/jti)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved