Breaking News:

Berita Semarang

Tak Berizin dan Beroperasi di Dekat Masjid Agung Jawa Tengah, 2 Karaoke di Kota Semarang Dibongkar

Satpol PP Kota Semarang membongkar dua bangunan karaoke liar di zona dua kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Senin (1/2/2021).

TRIBUNBANYUMAS/EKA YULIANTI FAJLIN
Satpol PP Kota Semarang membongkar dua bangunan karaoke liar di zona dua kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Senin (1/2/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Satpol PP Kota Semarang membongkar dua bangunan karaoke liar di zona dua kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Senin (1/2/2021).

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan, pembongkaran dilakukan lantaran bangunan tersebut tidak berizin.

Dari 12 bangunan yang ada di kawasan tersebut, dua bangunan dibongkar.

Namun, pembongkaran hanya dilakukan di bagian pintu lantaran pembongkaran menyeluruh akan berpengaruh pada bangunan di sebelah kanan dan kirinya.

"Bangunan nyambung. Kalau dua bangunan dibongkar, akan berisiko pada rumah kanan dan kirinya. Sehingga, kami tidak pakai alat berat. Kami hanya melakukan pembongkaran pintu," papar Fajar.

Satpol PP Kota Semarang Tindak 85 Usaha Pelanggar Jam Malam PPKM dalam Sepekan, Terbanyak PKL

Tergeletak di Jalan Depan SPBU Kalibanteng Kota Semarang, Masjidil Jadi Korban Tabrak Lari

Berdiri di Lahan Milik Orang Lain, 134 Rumah di Cebolok Gayamsari Semarang Disegel Satpol PP

Pembayaran Gaji Telat, Bruno Silva Tetap Setia pada PSIS Semarang. Tolak Tawaran Lima Klub Asing

Fajar mengatakan, 10 bangunan lain di zona tersebut memang belum ada rekomendasi pembongkaran dari Dinas Penataan Ruang (Distaru).

Menurutnya, bangunan karaoke liar di zona dua ini berbeda dari bangunan karaoke liar di zona satu yang telah dibongkar beberapa waktu lalu.

Bangunan karaoke di zona satu berdiri di tanah milik pihak lain serta tidak berizin.

Sementara, bangunan karaoke di zona dua merupakan tanah sertifikat hak milik. Hanya saja, bangunan tidak berizin dan digunakan untuk karaoke liar.

Kawasan itu merupakan kawasan perdagangan dan jasa. Namun, Fajar mengingatkan, tidak boleh digunakan untuk karaoke mengingat lokasi berada di dekat MAJT.

"Kalau mau berubah usaha, silakan. Yang jelas, jangan untuk karaoke karena di sini dekat masjid. Selain itu, tentu harus ada izin," paparnya.

Cerita Perajin Miniatur Jenderal Sudirman dari Resin di Purbalingga Bertahan di Tengah Pandemi Covid

Kasihan Pencopetnya Nenek Sebatang Kara, Lasiem Iklaskan Uang Rp 100 Ribu dan Tak Lapor Polisi

Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ 182 Gugat Perusahaan Pembuat Pesawat Boeinc Co

Terekam CCTV, Seorang Wanita Mencuri Ponsel di Masjid Pasar Baru Pemalang saat Pemilik Wudhu

Pembina Kegiatan Karaoke, Wanto mengatakan, bangunan karaoke di zona dua ini menempati tanah HM 114 atas nama Hartopo. Pihak pemilik tanah sudah mengizinkan.

Pihaknya juga mengajukan perizinan kepada Distaru Kota Semarang sejak 2018 namun belum juga turun.

"Kami mengajukan tertulis untuk bangunan legal pada 2018 belum ada jawaban. Kami ulang lagi 2020. Ini belum terbit IMB dan KRKnya," ujar Wanto. (*)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved