Berita Kudus

Wajib Dicoba, Getuk Saus Alpukat Asal Desa Kajar Kudus yang Bakal Ikut Festival Kuliner di Slovenia

Desa Kajar di Kecamatan Dawe, Kudus sayang dilewatkank penyuka kuliner. Banyak warga membuat getuk berbagai varian, termasuk getuk saus alpukat.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/RAKA F PUJANGGA
Karyawan Pondok Getuk Pak San menunjukkan getuk saus alpukat yang dijual di Desa Kajar, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. 

Dia menceritakan, bahan membuat getuk tersebut semuanya berasal dari hasil bumi petani Desa Kajar.

Sehingga, dia tidak mendatangkan singkong dan alpukat dari luar daerah karena dari pasokan dari Kajar mencukupi.

"Bahan baku, semua dari sini. Kami tidak ambil dari daerah lain," jelas dia.

Elpiji Tabung 3 Kg di Kudus Langka, Bupati Minta Hiswana Migas Perluas Pasokan ke Daerah Terpencil

Warga Jekulo Kudus Diamankan Polisi, Diduga Cabuli Anak Kandung Hingga Lima Kali

Setelah Ditabrak Motor dari Belakang, Ayu Ditabrak Mobil di Jalan Kudus-Pati di Jekulo

Dalam sehari, dia bisa menghabiskan sedikitnya satu kwintal singkong jenis ketela ketan.

Singkong jenis ketela ketan itu, kata dia, memiliki tekstur yang lebih empuk sehingga memberikan sensasi berbeda saat diolah menjadi getuk.

"Membuat getuk pakai ketela ketan ini rasanya lebih empuk," jelas dia.

Meski telah memiliki getuk andalan, Kamisan terus berinovasi dengan beragam varian rasa guna memanjakan pembeli.

Sebelumnya, Kamisan bercerita, pernah mengembangkan getuk saus durian. Sayang, varian ini tidak terlalu cocok.

Perpaduan antara ketela dan durian, dikeluhkan sejumlah pelanggan lantaran membuat merek pusing seusai mengonsumsinya.

"Dulu, kami buat getuk durian tapi ternyata ga cocok. Tidak semua bisa menikmati. Berbeda dengan saus alpukat," ujar dia.

‎Sementara itu, Kepala Desa Kajar Bambang TS mengapresiasi pengembangan wisata kuliner di Desa Kajar‎.

Pasalnya, inovasi kuliner tersebut dapat menarik jumlah wisatawan datang berkunjung ke sana.

"Saya mengucapkan terima kasih dengan inovasi yang terus dikembangkan untuk menarik wisatawan," jelas dia.

Dalam Dua Pekan, Tiga TKW Asal Cilacap dan Banyumas Meninggal di Hong Kong

Bawaslu Jateng Dinobatkan sebagai Badan Publik Paling Informatif se-Indonesia

Hilang di Sungai Kalibebeng, Santri Ponpes di Subah Batang Ditemukan Tewas di Pantai Roban

Dia juga mengingatkan agar pelaku usaha dan warga tetap menerapkan protokol kesehatan di kawasan wisata kuliner.

Mulai dari pengecekan suhu, kewajiban memakai masker, dan menjaga jarak satu sama lain.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved