Breaking News:

Berita Banjarnegara

Tak Punya Musala di Huntap, Warga Korban Longsor Bantar Banjarnegara Salat Berjamaah di Rumah Kosong

Warga di kawasan hunian tetap (huntap) di Desa Bantar, Kecamatan Wanayasa, Kabupten Banjarnegara, berharap adanya musala yang memudahkan beribadah.

TRIBUNBANYUMAS/KHOIRUL MUZAKI
Warga merampungkan pembangunan musala di huntap di Desa Bantar, Banjarnegara, Rabu (27/1/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Warga di kawasan hunian tetap (huntap) di Desa Bantar, Kecamatan Wanayasa, Kabupten Banjarnegara, berharap adanya musala yang memudahkan mereka beribadah.

Sejak pindah dari rumah mereka di Dusun Pramen, Desa Bantar, akibat longsor, mereka salat berjamaah di satu rumah yang belum ditempati.

Ada 51 keluarga terdampak longsor dan direlokasi ke kawasan huntap tersebut. Mereka menempati rumah yang telah dibangun pemerintah.

PPKM Banjarnegara Diperpanjang sampai 8 Februari, PKL dan Angkringan Buka sampai Pukul 22.00 WIB

Kisah Kedekatan Alana Bersama Syeikh Ali Jaber, Hafiz Cilik Asal Banjarnegara Ini Tak Henti Bersedih

Pemkab Banjarnegara Sudah Transfer Rp 1 Miliar, Bantu Tiga Provinsi Terdampak Bencana

Sering Beri Info Jalan Berlubang, Tukang Ojol di Banjarnegara Diganjar Penghargaan dari Polres

Masalahnya, permukiman baru itu tidak dilengkapi tempat ibadah. Padahal, warga butuh masjid untuk memenuhi kebutuhan spiritual mereka.

Di lain sisi, untuk membangun masjid secara swadaya, warga belum mampu. Perekonomian mereka belum pulih karena bencana alam.

Sejak pindah ke huntap, warga menumpang di rumah warga warga lain, untuk menunaikan salat berjamaah.

Kebetulan, ada satu rumah yang masih kosong karena ditinggal penghuninya ke Kalimantan.

"Tapi, Ramadan nanti, pemilik rumah kabarnya akan pulang dan menempatinya," kata Kepala Desa Bantar Eko Purwanto, Rabu (27/1/2021).

Karena itu, warga mulai bergotong-royong membangun musala di lahan kosong yang masih ada.

Hanya saja, penyelesaiannya butuh dana besar. Eko mengatakan, dana hasil swadaya warga mepet sehingga musala yang dibangun berbentuk semi permanen.

Musala berukuran 8x8 meter itu didirikan dari bahan kayu.  Atapnya terbuat dari seng yang harganya lebih murah. Dindingnya dari kalsibot.

Meski sederhana, keberadaan musala ini sudah cukup membuat warga lega. Mereka akhirnya memiliki tempat ibadah yang lama dirindukan.

900 Nakes RSUD dr Soedirman Kebumen Direncakan Terima Vaksin Covid

Rinto Kewalahan Memenuhi Pesanan Peti Mati Covid di Banyumas, Sebulan Bisa Tembus 150 Peti Mati

Tak Sekadar Membuka Usaha, KSU Perwira Purbalingga Beri Bansos bagi ASN yang Menjadi Anggota

Jawa Diusulkan Lockdown, Gubernur Ganjar: Yang Dibutuhkan Sebenarnya Dukungan Masyarakat

Warga berharap, musala ini nantinya bisa berkembang menjadi masjid yang lebih luas sehingga jemaah bisa lebih nyaman beribadah.

Eko mengatakan, pihaknya telah mengajukan permohonan bantuan ke sejumlah pihak. Ia berharap, permohonan itu dikabulkan sehingga keinginan warga memiliki masjid segera terwujud.

"Sehingga, warga tidak lagi harus jauh pergi ke masjid untuk beribadah," katanya. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved