Berita Banyumas

Rinto Kewalahan Memenuhi Pesanan Peti Mati Covid di Banyumas, Sebulan Bisa Tembus 150 Peti Mati

Jika sebelumnya, pihaknya menerima permintaan 20 peti per bulan, sejak Covid-19 melanda, permintaan mencapai 150 peti per bulan.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Sejak November 2020, pesanan peti mati di Banyumas, meningkat tajam.

Pemilik usaha pembuatan peti mati asal Purwokerto, Rinto Gunawan, mengaku kewalahan menghadapi pesanan peti mati.

Menurutnya, lonjakan permintaan peti mati ini mencapai hampir delapan kali lipat.

Jika sebelumnya, pihaknya menerima permintaan 20 peti per bulan, sejak Covid-19 melanda, permintaan mencapai 150 peti per bulan.

Melonjaknya pesanan peti mati ini disebabkan, pasien positif maupun suspek Covid-19 wajib dikuburkan menggunakan peti mati.

"Saya tidak membuat peti mati itu dari nol, saya datangkan dari Jepara sudah dalam keadaan 90 persen jadi. Saya tinggal memoles dan diberi plastik sesuai prosedur yang berlaku bagi pasien meninggal dalam kondisi positif Covid-19," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (26/1/2021).

Tak Kapok, Residivis Penggelapan Mobil Rental asal Purbalingga Gondol Mobil Warga Sokaraja Banyumas

Lewat Pemkab, Perbarindo Banyumas Salurkan Bantuan Sembako Senilai Rp 25 Juta bagi Warga

Peternakan Ayam di Lumpakuwus Banyumas Terancam Tutup, Pegawai Protes. Berawal dari Kasus Izin Usaha

Salurkan ART secara Ilegal ke Malaysia, Warga Patikraja Banyumas Diamankan Polisi

Dia mengaku tidak sanggup jika harus membuat sendiri peti mati pesanan lantaran jumlahnya yang begitu banyak.

Pekerja yang biasanya mengecat dan memasang plastik juga ditambah, dari yang biasanya hanya 15 orang kini dibantu sampai 20 orang.

"Peti itu, kami suplai ke berbagai rumah sakit, baik swasta maupun milik pemerintah, seperti RSUD Ajibarang, RSUD Banyumas, RS Margono," katanya.

"Harga peti khusus Covid ini lebih murah dari peti mati biasa, yaitu Rp 1,6 juta per peti mati. Sementara, yang biasa, Rp 2,6 juta," katanya.

Rinto bercerita, sebelum wabah Covid-19 melanda, pesanan peti mati datang untuk korban kecelakaan, gantung diri, jenazah yang sudah bau atau bahkan rusak.

Ia pun menyediakan peti mati khusus anak-anak.

Selama pandemi ini, sudah ada 10 peti khusus anak yang dia keluarkan.

Tak Sekadar Membuka Usaha, KSU Perwira Purbalingga Beri Bansos bagi ASN yang Menjadi Anggota

Jawa Diusulkan Lockdown, Gubernur Ganjar: Yang Dibutuhkan Sebenarnya Dukungan Masyarakat

Uang Koin Rp 1000 Tersangkut Ditenggorokan, Bocah 3 Tahun Asal Magelang Dilarikan ke RSUP Dr Kariadi

Gunung Merapi Meletus, Sejumlah Desa di Boyolali Alami Hujan Abu Tipis

Seorang pekerja, Yono, menceritakan, begitu peti dari Jepara datang ke bengkel produksi, ia dan karyawan lain mulai menata peti mati untuk dicat.

Peti itu kemudian dipoles menggunakan warna coklat atau putih, sesuai pesanan.

Peti berukuran 180x60 cm itu, diberi plastik di bagian dalamnya.

"Luarnya juga dibungkus plastik, nanti. Rasa takut mengerjakan peti mati untuk pasien Covid-19 tidak saya hiraukan tapi tetap waspada," tuturnya.

Belasan tahun mengerjakan peti mati, baru kali ini ia merasa harus lembur memenuhi pesanan. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved