Breaking News:

Berita Banyumas

Salurkan ART secara Ilegal ke Malaysia, Warga Patikraja Banyumas Diamankan Polisi

YUN (42), warga Patikraja, Banyumas, diamankan anggota Polresta Banyumas, Kamis (21/1/2021), karena menyalurkan pekerja migran Indonesia secara ilegal

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Penyidik Polresta Banyumas memeriksa YUN, tersangka menyalurkan pekerja migran Indonesia secara ilegal, Kamis (21/1/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - YUN (42), warga Patikraja, Banyumas, diamankan anggota Polresta Banyumas, Kamis (21/1/2021), karena menyalurkan pekerja migran Indonesia secara ilegal.

Peristiwa tersebut terjadi di perusahaan atau PT yang bergerak di bidang jasa penempatan pekerja migran Indonesia dengan alamat kantor di wilayah Kecamatan Patikraja pada Januari 2020 lalu.

"Tersangka memberangkatkan LSA (22), warga Kemranjen, untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di Malaysia tetapi menggunakan passport biasa (kunjungan)," jelas Kapolresta Banyumas Kombes Pol M Firman L Hakim didampingi Kasat Reskrim Kompol Berry, Selasa (26/1/2021).

"Tersangka ini menjanjikan korban akan berangkat untuk berlibur dengan menunjukkan tiket perjalanan pulang-pergi, seolah akan berlibur ke Malaysia kepada pihak Imigrasi," imbuhnya.

Baca juga: Residivis Kasus Curanmor Kembali Berulah di Banyumas, Polisi Terpaksa Tembak Pelaku Karena Melawan

Baca juga: Tak Ikut Divaksin Gara-gara Terkendala Usia, Bupati Banyumas Asyik Videokan Proses Vaksinasi Covid

Baca juga: Vaksinasi Covid di Banyumas Dimulai Besok, Vaksinasi kepada 9.600 Nakes Direncanakan Rampung 4 Hari

Baca juga: Kasus Kematian Akibat Covid Masih Tinggi, PPKM Banyumas Diperpanjang Hingga 8 Februari

Sebelum keberangkatan ke Malaysia, LSA menginap di rumah YUN selama sepekan.

Di situ, LSA mendapat pelatihan terkait kebiasaan dan bahasa orang Malaysia.

Saat tiba waktunya berangkat, YUN mendampingi LSA ke Bandara Yogyakarta. Penerbangan menuju Batam, dilanjutkan menggunakan kapal menuju Malaysia.

Sesampai di Malaysia, YUN bersama LSA menemui agen kenalan YUN sebelum akhirnya di antar ke tempat rumah majikan LSA.

"Pelaku diberi upah oleh bos korban di Malaysia, sebesar 6000 Ringgit atau sekitar Rp 20 juta," jelas Kasat Reskrim.

Namun, sejak bulan Mei 2020, LSA tak bisa dihubungi keluarga.

Menurut informasi, LSA juga tak bisa pulang ke Indonesia lantaran Malaysia menerapkan lockdown negara.

Menurut Berry, YUN merupakan kepala cabang perusahaan penyalur tenaga kerja. Namun, dalam kasus tersebut, dia bertindak pribadi.

Baca juga: 130 Anggota DPRD Fraksi PKS se-Jateng Sumbangkan Gaji Januari untuk Korban Bencana

Baca juga: Serahkan DPA, Bupati Purbalingga Minta Lurah hingga Kepala SKPD Segera Geber Pembangunan

Baca juga: Jelang KBM Tatap Muka di Kabupaten Tegal Mulai 8 Februari, Guru ke Luar Kota Wajib Kantongi Izin

Baca juga: Liga 1 Vakum, Bek PSIS Semarang Alih Profesi Sementara Jadi Penjual Durian

Saat ini, YUN masih menjalani pemeriksaan di Mapolresta Banyumas.

Dalam kasus ini, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya komputer, handphone, foto kopi surat-surat kependudukan dan ijazah milik LSA.

Atas perbuatannya, YUN dijerat Pasal 81 jo Pasal 69 UU No 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved