Breaking News:

Berita Purbalingga

Peternakan Ayam di Lumpakuwus Banyumas Terancam Tutup, Pegawai Protes. Berawal dari Kasus Izin Usaha

Puluhan pekerja di peternakan ayam petelor di Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, menggelar aksi protes peternakan terancam tutup.

TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Puluhan pekerja di peternakan ayam petelor di Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, menggelar aksi protes tidak terima peternakan tempat mereka bekerja terancam ditutup, Selasa (26/1/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Puluhan pekerja di peternakan ayam petelor di Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, menggelar aksi protes terkait penutupan peternakan tempat mereka bekerja, Selasa (26/1/2021).

Protes pekerja itu bermula ketika pemilik usaha ayam petelor, Putra Jawa Farm, di Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, diduga diperas oknum aparat kepolisian Polresta Banyumas.

Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Banyumas, sekaligus pendiri Putra Jawa Farm, Gembong Heru Nugroho, mengatakan, dirinya diperas hingga Rp 90 juta oleh oknum polisi.

Bahkan, anaknya yang juga pemilik peternakan, dijadikan tersangka karena diduga melanggar undang-undang lingkungan hidup sehingga peternakannya juga terancam ditutup.

Salurkan ART secara Ilegal ke Malaysia, Warga Patikraja Banyumas Diamankan Polisi

Residivis Kasus Curanmor Kembali Berulah di Banyumas, Polisi Terpaksa Tembak Pelaku Karena Melawan

Tak Ikut Divaksin Gara-gara Terkendala Usia, Bupati Banyumas Asyik Videokan Proses Vaksinasi Covid

Vaksinasi Covid di Banyumas Dimulai Besok, Vaksinasi kepada 9.600 Nakes Direncanakan Rampung 4 Hari

Gembong Heru Nugroho mengatakan, peternakan yang dikelola anaknya, Mario Suseno (40), warga Kelurahan Purwokerto Lor, Kecamatan Purwokerto Timur, didatangi oknum polisi.

"Saya tidak mau sebut nama, oknum polisinya meminta uang Rp 90 juta," ujarnya dalam konferensi pers, Selasa.

Padahal, peternakan ayam rakyat tersebut menghidupi 90 pekerja lokal asli Limpakuwus dan sudah memiliki izin mendirikan sebuah peternakan.

Ia menyebut, oknum polisi itu mencari-cari kesalahan hingga mempermasalahkan izin lingkungan hidup.

"Katanya, usaha ayam petelur penternakan rakyat ini harus ada UKL-UPL (Upaya Pengeloaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup). Polisi, katanya, dapat laporan dari warga tapi nyatanya tidak terbukti. Kemudian, masalah penerangan menggunakan disel juga tidak terbukti," tambahnya.

Terkait izin lingkungan yang belum lengkap tersebut, pihaknya sempat bertemu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas.

Halaman
12
Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved