Berita Populer
5 Berita Populer: Pesanan di Pasar Kliwon Kudus Naik-Abrasi di Simonet Pekalongan Makin Parah
Berikut lima berita populer yang paling banyak mendapat perhatian pembaca Tribunbanyumas.com, Selasa:
TRIBUNBANYUMAS.COM - Pedagang di Pasar Kliwon Kudus mulai merasakan kenaikan pesanan barang konveksi setelah anjloknya permintaan akibat pandemi Covid-19.
Menurut pedagang, permintaan ini meningkat lantaran menjelang Ramadan.
Artikel terkait kenaikan pesanan barang di Pasar Kliwon Kudus ini mendapat perhatian paling banyak pembaca Tribunbanyumas.com, Selasa (26/1/2021).
Selain geliat Pasar Kliwon Kudus, artikel lain yang menarik perhatian pembaca di hari yang sama di antaranya abrasi di Pekalongan yang kian parah, serta lanjutan kasus penusukan karyawan minimarket di Colomadu Karanganyar.
Berikut lima berita populer Tribunbanyumas.com, Selasa:
1. Jelang Ramadhan, Pesanan Konveksi di Pasar Kliwon Kudus Mulai Naik. Kebanyakan dari Indonesia Timur.
Sejumlah pedagang grosir di Pasar Kliwon Kudus mulai merasakan dampak kenaikan penjualan meski pemerintah memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).
Pedagang menduga, kenaikan permintaan ini terjadi lantaran mendekatnya bulan Ramadan sehingga banyak pesanan dalam partai besar ke sejumlah daerah.
Ketua Himpunan Pedagang Pasar Kliwon (HPPK) Sulistyanto mengatakan, selama pandemi Covid-19, penjualan mengalami penurunan 60-70 persen dibandingkan kondisi normal.
• Listyo Sigit Resmi Gantikan Idham Aziz sebagai Kapolri
• Terima Vaksin Covid Dosis Kedua, Setelah Dua Jam Presiden Jokowi Hanya Merasa Pegal-pegal
• Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Rabu 27 Januari 2021 Rp 1.938.000 Per 2 Gram
Namun, saat ini, penjualan mulai terdongkrak naik karena banyaknya pesanan dari luar kota.
"Meski Ramadan masih empat bulan lagi tapi sudah mulai terasa kenaikannya untuk penjualan grosir. Kebanyakan, pengiriman ini ke wilayah Indonesia timur," jelas Sulis saat ditemui di Pasar Kliwon Kudus, Selasa (26/1/2021).
Artikel selengkapnya bisa dibaca di sini.
2. Pemkab Kudus Tegur Pengelola Makam Sunan Muria, Banyak Wisatawan Luar Daerah Kucing-kucingan.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus Hartopo menegur pengelola Yayasan Makam dan Masjid Sunan Muria (YM2SM) lantaran masih banyaknya kunjungan peziarah dari luar kota di tengah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).
Hartopo pun mengatakan, PPKM di Kudus diperpanjang hingga 8 Februari. Itu sebabnya, dia meminta pengelola YM2SM mengikuti aturan.
"Saya minta semua peziarah dari luar kota tidak datang selama masa PPKM. Peziarah lokal saja yang diperbolehkan," ujar dia saat ditemui di Pendopo Bupati Kudus, Senin (25/1/2021).
Hartopo pun menyayangkan masih banyak peziarah dari luar kota yang kucing-kucingan dengan petugas agar bisa masuk ke tempat wisata religi tersebut.
"Peziarah dari luar kota ini kucing-kucingan sama kita. Biarpun terminal Bakalan Krapyak ditutup, mereka tetap ke atas parkir liar," jelas dia.
Artikel selengkapnya bisa dibaca di sini.
3. Bibir Laut Sudah Sampai Depan Rumah, Warga Simonet Kabupaten Pekalongan Tagih Janji Relokasi.
Abrasi di Dukuh Simonet, Desa Semut, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah makin parah.
Akibat gerusan gelombang, bibir laut kini sudah berada di depan rumah milik warga setempat.
"Semakin ke sini, semakin parah abrasinya, Mas," kata Ketua RT 14 RW 06 Dukuh Simonet, Joyo Kusumo, saat dihubungi Tribunbanyumas.com, Senin (25/1/2021) malam.
Joyo menceritakan, meluasnya abrasi terjadi setelah banjir rob yang melanda, Juni 2020 tahun lalu. Saat itu, akibat banjir, banyak warga harus mengungsi.
"Waktu itu air pasang tinggi, semua jalan padukuhan dan pemukiman terendam banjir rob. Pascabanjir, abrasi kian mengkhawatirkan," ujarnya.
"Dulu, jarak laut dengan rumah sekitar 100-an meter. Sekarang, laut sudah di teras rumah," ungkapnya.
Artikel selengkapnya bisa dibaca di sini.
4. Ajak Sarapan Bareng, Petinggi Chelsea Pecat Frank Lampard sebagai Pelatih.
Pelatih Chelsea Frank Lampard dipecat setelah tak mampu membawa The Blues bertahan di 10 besar klasemen sementara Liga Inggris 2020-2021.
Pemecatan Lampard terjadi Senin (25/1/2021) pagi waktu setempat, saat dia diundang sarapan bersama petinggi Chelsea di markas klub, Stamford Bridge.
• CPNS Kebumen Formasi 2019 Didominasi Milenial, Ini Harapan Pemkab
• Terbukti Lakukan Pungli, Mantan Dirut PDAM Kudus Ayatullah Dihukum 4,5 Tahun Penjara
• Peternakan Ayam di Lumpakuwus Banyumas Terancam Tutup, Pegawai Protes. Berawal dari Kasus Izin Usaha
Dikutip BolaSport.com dari Mirror, Lampard diberi tahu bos-bos Chelsea bahwa waktunya telah habis ketika menjalani pertemuan mendadak pada jam sarapan pagi, sekitar pukul 09.00.
Hari itu, raja gol sepanjang masa The Blues tersebut sebenarnya bersiap menjalani rutinitas bertemu tim di markas latihan, Cobham.
Namun, dia mendapat panggilan rapat mendadak di Stamford Bridge yang berjarak sekira 30 menit berkendara dari Cobham.
Artikel selengkapnya bisa dibaca di sini.
5. Terekam Kamera CCTV, Begini Kronologi Penusukan Karyawan Hamil Minimarket di Colomadu Karanganyar.
Pelaku penganiayaan terhadap karyawati minimarket di Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, diduga residivis.
Kasatreskrim Polres Karanganyar AKP Tegar Satrio Wicaksono menyampaikan, dugaan ini diperoleh dari hasil analisa rekaman kamera pengawas CCTV minimarket.
Pihaknya juga telah meminta keterangan secara lisan terhadap korban yang saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit di daerah Solo.
"Kami sudah memetakan, menganalisa. Didapat, pelaku penganiaayan di Colomadu cenderung psikopat. Masih (motif) kami dalami. Mohon doanya. Kemungkinan dia residivis," kata Tegar saat ditemui di Kantor Satreskrim Polres Karanganyar, Selasa (26/1/2021).
Dari rekaman CCTV tersebut, pelaku merupakan seorang pria muda. Saat kejadian, dia berniat membeli barang di minimarket tersebut.
Artikel selengkapnya bisa dibaca di sini. (*)