Breaking News:

Berita Banyumas

Dua Pabrik Tuak di Ajibarang Banyumas Digerebek, Polisi Temukan 345 Liter Tuak Siap Edar

Dua pabrik tempat pengolahan minuman tuak di Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, digerebek Tim Ksatria Satuan Sabhara Polresta Banyumas, Kamis.

TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Tim Ksatria Satuan Sabhara Polresta Banyumas menggerebek pabrik tempat pengolahan minuman tuak di Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Kamis (14/1/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Dua pabrik tempat pengolahan minuman tuak di Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, digerebek Tim Ksatria Satuan Sabhara Polresta Banyumas, Kamis (14/1/2021).

Pada operasi tersebut, polisi berhasil mengamankan ratusan liter minuman keras tradisional atau tuak.

Kasat Sabhara Polresta Banyumas, Kompol Aldino Agus, mengatakan, pabrik tersebut merupakan milik ST (49) dan NA (36), warga Kecamatan Ajibarang. Selain memproduksi, keduanya juga menjual kepada warga.

"Tim Ksatria bergerak setelah mereka mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya penjual tuak di sekitar lingkungan mereka," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (17/1/2021).

Dari penangkapan itu, polisi menyita 120 liter tuak dari tangan ST.

Sedangkan dari NA, polisi mendapati minuman keras berupa 225 liter tuak dan 60 liter nira atau bahan baku untuk membuat tuak.

Baca juga: Dua Karyawan Terkena Serpihan Kaca, Begini Kronologi Ledakan Mesin Boiler Garmen di Banyumas

Baca juga: Mantan Anggota DPRD Banyumas Ditahan, Agus Pernah Janjikan 32 Proyek APBD 2017 Kepada Korban

Baca juga: Pekan Depan, 4000 Warga Komorbid di Banyumas Bakal Diswab Antigen. Ini Tujuannya

Baca juga: Vaksinasi Tertunda di Banyumas, Bupati Sebut Kemungkinan Dilaksanakan Februari 2021

Aldino mengatakan, peredaran minuman keras digalakkan lantaran tindak kriminalitas sering kali bermula dari konsumsi minuman beralkohol.

Dia berharap, kegiatan ini dapat menekan angka kriminalitas, menjaga lingkungan tetap kondusif, serta memberikan rasa aman dan juga kenyamanan kepada warga, terutama saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Saat ini, penjual dan juga barang bukti telah diamankan di Mapolresta Banyumas guna penyidikan lebih lanjut dan pendataan, yang selanjutnya akan diproses dengan tindak pidana ringan atau Tipiring. (Tribunbanyumas/jti)

Baca juga: Pemkab Purbalingga Belum Lirik GeNose C19 Buatan UGM, Kadinkes: Tunggu Keputusan Bupati

Baca juga: Indonesia Catat Rekor Lagi, Penambahan Pasien Covid-19, Sabtu Ini Jumlahnya Capai 14.224 Kasus

Baca juga: Joki Maupun Penonton Saling Pasang Taruhan, Aksi Balap Liar di JLSS Kebumen, Enam Pemuda Ditangkap

Baca juga: Ruang Isolasi Sudah Penuh di RSUD Karanganyar, Masih Ada Enam Pasien Antre di IGD

Baca juga: Ini Kegalauan Guru PAI di Kebumen, Tak Masuk Formasi Perekrutan Sejuta Guru PPPK 2021

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved