Breaking News:

Berita Banyumas

Pekan Depan, 4000 Warga Komorbid di Banyumas Bakal Diswab Antigen. Ini Tujuannya

Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas akan melakukan screening dan rapid test antigen kepada 4.000 warga komorbid yang tersebar di 80 desa di Banyumas.

TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Bupati Banyumas Achmad Husein didampingi Wakil Bupati Sadewo bersama Kepala Dinas Kesehatan Sadiyanto menggelar konferensi pers terkait vaksinasi di Banyumas, di parkir timur Pendopo Si Panji Purwokerto, Kamis (14/1/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas akan melakukan screening dan rapid test antigen kepada 4.000 warga komorbid yang tersebar di 80 desa di Banyumas.

"Insyaallah, Senin pekan depan, kita akan lakukan screening dan tes antigen kepada warga komorbid di 80 desa. Masing-masing puskesmas menangani 2 desa yang dianggap memiliki tingkat penularan dan kematian kasus covid cukup tinggi," ujar Kepala Dinas Kesehatan Banyumas Sadiyanto kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (14/1/2021).

Sadiyanto mengatakan, screening dan rapid antigen itu dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan warga komorbid. Terutama, terkait paparan virus corona.

"Kalau positif (Covid-19), ada gejala atau tidak, akan dibawa ke rumah sakit. Jika negatif, akan kami lihat dulu kondisi kesehatannya," katanya.

Baca juga: Vaksinasi Tertunda di Banyumas, Bupati Sebut Kemungkinan Dilaksanakan Februari 2021

Baca juga: Ditemukan Sudah Meninggal, Begini Kronologi Balita Usia Dua Tahun Hanyut di Sungai Gondok Banyumas

Baca juga: Ini Beragam Sanksi Jika Warga Melanggar Protokol Kesehatan Selama PKM di Banyumas

Baca juga: Niat Pemuda asal Kebumen Bawa Kabur Motor di Ajibarang Banyumas Gagal, Tepergok dan Diteriaki Maling

Disinggung mengenai vaksin, Sadiyanto mengatakan, sampai hari ini, Banyumas belum menerima vaksin dari provinsi.

Menurutnya, kebijakan vaksinasi terpusat dari pihak Komisi Penanggulangan Covid dan Percepatan Ekonomi Nasional.

Baru ada tiga daerah di Jawa Tengah yang mendapatkan jatah vaksin, yaitu di Kabupaten Semarang, Kota Semarang, dan Kota Solo.

Di Kabupaten Banyumas, persiapan vaksin, dikatakannya sudah siap, baik dari tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan.

Dimana sudah dipersiapkan ada total 59 fasilitas kesehatan terdiri dari 40 puskesmas, 15 rumah sakit, dan tiga klinik swasta.

"Informasinya, dua hari sebelum vaksinasi, akan mulai di droping dari provinsi. Yang akan di vaksin pertama kali adalah Forkompinda, jatah 10 orang," jelasnya.

Baca juga: Patroli PPKM di Purbalingga Terus Digiatkan, Pertokoan Diklaim Sudah Tutup Pukul 19.00 WIB

Baca juga: Kepala Kemenag Purbalingga Minta Penghulu Tolak Nikahkan Pengantin yang Tak Patuh Protokol Kesehatan

Baca juga: Pernah Terpapar Corona, Wali Kota Semarang Hendi Absen dari Daftar Penerima Vaksin Covid

Baca juga: Gunakan Pengeras Suara, Kapolres Tembalang Kota Semarang Bubarkan Warung Angkringan dan Nasi Goreng

Dinkes, sebelumnya sempat mendata jumlah tenaga kesehatan yang semestinya mendapat vaksin adalah 10.800 orang yang kemudian jatahnya turun menjadi 9.561 orang.

Sadiyanto menyampaikan, jika vaksin diberikan untuk menciptakan kekebalan imunitas.

Untuk menciptakan hal itu, paling tidak, 95 persen warga yang harus divaksin. (Tribunbanyumas/jti)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved