Breaking News:

Berita Purbalingga

Pemkab Purbalingga Belum Lirik GeNose C19 Buatan UGM, Kadinkes: Tunggu Keputusan Bupati

Sampai saat ini, pihak Dinas Kesehatan Purbalingga belum memastikan akan memesan alat tersebut.

TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga, Hanung Wikantono, Jumat (15/1/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Inovasi alat deteksi Covid-19 melalui embusan napas yang diciptakan Universitas Gadjah Mada (UGM), GeNose C19 sepertinya belum dilirik Pemkab Purbalingga.

Sampai saat ini, pihak Dinas Kesehatan Purbalingga belum memastikan akan memesan alat tersebut.

"Terkait alat deteksi Covid-19, GeNose C19 itu, belum dapat jatah dan memang kami tunggu keputusan bupati bagaimana," ujar Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga, Hanung Wikantono kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (17/1/2021).

Alat itu populer sebagai alat deteksi Covid-19 dan sudah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan RI.

Baca juga: Bupati Purbalingga Lapor Polisi, Beredar Akun Palsu Facebook, Digunakan untuk Tipu Warganet

Baca juga: Dua Hajatan Dibubarkan Petugas, Terjadi di Wilayah Bobotsari Purbalingga, Begini Kata Kapolsek

Baca juga: Jadi Korban Bencana Tanah Gerak, 40 Warga Banjaran Purbalingga Terima Bantuan Paket Sembako

Baca juga: 40 Rumah di Purbalingga Terancam Ambruk akibat Pergerakan Tanah di Permukiman

Melansir dari laman UGM, alat itu dikembangkan Prof Dr Eng Kuwat Triyana dan timnya.

GeNose mendapatkan izin dari Kemenkes untuk menjalani uji diagnostik pada Oktober 2020.

GeNose merupakan alat yang dirancang untuk mendeteksi serta mendiagnosis apakah seseorang terinfeksi corona atau tidak.

Alat ini bekerja lewat cek uap udara dari embusan napas seseorang yang dicek kesehatannya.

GeNose diklaim bekerja secara cepat dan akurat dalam mendeteksi VOC (Volatile Organic Compound) yang terbentuk karena infeksi corona.

Setelah napas seseorang diambil, sensor-sensor GeNose akan menginderanya.

Kemudian, data yang didapat diolah dengan artificial intelligence (kecerdasan buatan) untuk pendeteksian serta pengambilan keputusan.

Alat ini sudah dilirik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Bahkan, beberapa waktu lalu, Gubernur Ganjar Pranowo datang langsung ke UGM untuk membeli alat tersebut.

Baca juga: KABAR DUKA, Mantan Gubernur Lemhanas Meninggal, Letjen TNI (Purn) Sayidiman Suryohadiprodjo

Baca juga: Yuks Diintip, Jennie Blackpink Sudah Punya Channel Youtube Pribadi

Baca juga: Ifan Seventeen Mulai Menatap Hidup Baru, Jalani Hubungan Bersama Citra Monica, Begini Ceritanya

Baca juga: Richard Lee Tantang Kartika Putri, Selesaikan Perseteruan Soal Produk Kecantikan di Pengadilan

Ganjar memborong 100 unit GeNose C10 seharga Rp 62 juta. "Saya mau beli, rencana 100, tapi baru dapat 35 unit. Ternyata, ini baru hari ke 10 berproduksi karena izin edar baru keluar. Saya ke sini untuk melihat seperti apa kondisinya, sekaligus saya ngetes sendiri tadi bagaimana cara kerjanya," kata Ganjar dalam siaran pers, Selasa (5/1/2021).

Selain buatan anak negeri, Ganjar tertarik memesan alat ini lantaran murah. Tingkat akurasinya juga mencapai 97 persen yang bisa diketahui hasilnya dalam waktu tiga menit. (Tribunbanyumas/jti)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved