Breaking News:

Berita Cilacap

Terjadi Lagi, Ribuan Ikan Siro Terdampar di Pantai Teluk Penyu Cilacap, Warga Berebut Memungutinya

Masyarakat pesisir dan pengunjung pantai ramai-ramai memunguti ikan siro itu dan dibawa pulang menggunakan tas keresek.

ISTIMEWA
Screen capture video warga di sekitar pesisir Pantai Teluk Penyu, Kabupaten Cilacap sedang berebut ikan siro yang terdampar secara mendadak pada Jumat (8/1/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Warga di sekitar pesisir Pantai Teluk Penyu, Kabupaten Cilacap saling berebut ikan yang terdampar secara mendadak pada Jumat (8/1/2021). 

Warga mengenalnya dengan nama ikan siro, atau ikan yang biasa digunakan untuk sarden.

Masyarakat pesisir dan pengunjung pantai ramai-ramai memunguti ikan-ikan itu dan dibawa pulang menggunakan tas keresek.

Baca juga: Karena Sudah Over Kapasitas, 43 Napi Lapas Semarang Dipindah ke Nusakambangan Cilacap

Baca juga: Ardi Ngamuk Saat Berlayar, Kapolres Cilacap: Pelaku Kesal Pacarnya Sering Digoda Rekan Sesama ABK

Baca juga: Masih SMP, Perundung di Cilacap Ditetapkan Jadi Tersangka: Korban Dijambak dan Dimaki

Baca juga: Viral Video Bullying Remaja Putri di Cilacap, Polisi: Katanya Karena Emosi Sesaat

Masing-masing warga pun bisa mendapatkan ikan lebih dari 5 kilogram. 

Ketua Kelompok Nelayan Pandanarang, Kabupaten Cilacap, Tarmuji mengatakan, itu adalah fenomena biasa di Cilacap.

"Itu adalah fenomena yang sudah berkali-kali terjadi di wilayah kami." 

"Namanya adalah komoditas ikan siro yang mengikuti arus dan kehilangan arah sehingga terdampar," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (11/1/2021).

Fenomena tersebut membuat masyarakat sekitar juga pengunjung di Pantai Teluk Penyu berebut memanfaatkan dengan mengambil ikan-ikan yang terdampar.

Tarmuji mengatakan, pada Januari 2021 setidaknya sudah tiga kali ikan siro terdampar di Pantai Teluk Penyu Cilacap.

"Itu fenomena alam biasa, karena ikan kehilangan arah sehingga menepi," katanya.

Terkait adanya isu dan berita di masyarakat akan adanya pertanda bencana alam, Tarmuji mengatakan hal itu tidaklah benar.

"Tidak benar jika dikatakan pertanda bencana alam dan mudah-mudahan memang bukan," tambahnya. (Permata Putra Sejati)

Baca juga: Proses Akad Nikah di Banyumas Hanya Boleh Dihadiri 10 Orang, Pengantin Wajib Pakai Sarung Tangan

Baca juga: 5 Berita Populer: Polisi Tangkap Pelaku Jual Beli Landak Banyumas-Daftar 23 Wilayah PSBB di Jateng

Baca juga: Tetap Berproduksi, Pengrajin Tahu Purwokerto Pilih Naikkan Harga setelah Harga Kedelai Impor Meroket

Baca juga: Tak Sekadar di Pasar Wage Purwokerto, Dua Pasar di Banyumas Juga Senasib, Cabai Diolesi Cat Merah

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved