Berita Jateng
Tak Lagi Pakai Perahu, Akses Blora-Bojonegoro Lewat Kradenan Kini Lebih Mudah Lewat Jembatan TBB
Jembatan penghubung Bojonegoro-Blora itu diresmikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Minggu (3/1/2021).
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rika irawati
Menurutnya, jembatan ini sangat bermanfaat bagi aktivitas warga Blora bagian selatan.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Purwokerto Hari Ini, 4 Januari 2021: Siang Diperkirakan Hujan, Malam Mendung
Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Senin 4 Januari 2021 Rp 1.963.000 Per 2 Gram
Baca juga: Vaksin Covid-19 Mulai Didistribusikan ke 34 Provinsi, Bali Siap Vaksinasi Mulai 22 Januari 2020
Baca juga: PSIS Semarang Siap Kehilangan Poin jika Liga 1 Bergulir Februari, Ini Alasan CEO PSIS
Keberadaan jembatan ini dapat memangkas waktu tempuh dari Blora menuju Bojonegoro, maupun sebaliknya.
"Bila sebelumnya untuk menuju Bojonegoro warga harus menyeberangi Sungai Bengawan Solo menggunakan perahu dan penuh risiko, kini bisa melewati jembatan ini, lebih aman dan lebih cepat," ujar Kokok, sapaan akrab Djoko Nugroho.
Selain memangkas waktu tempuh, Kokok menerangkan bahwa keberadaan jembatan ini dapat memangkas jarak tempuh sejauh 30 km dari Blora bagian selatan menuju Ngawi.
"Sebagaimana kita tahu bahwa warga Blora bagian selatan sangat familiar dengan Ngawi, dan selama ini mereka selalu melewati Cepu ketika hendak menuju Ngawi, dan rute ini berjarak 30 kilometer lebih jauh", lanjut Kokok.
"Saya optimistis, jembatan ini akan dapat meningkatkan taraf ekonomi warga Blora dan Bojonegoro," ujarnya. (*)