Senin, 1 Juni 2026

Liga 2

Resmi Berganti Pemilik dan Nama, PSG Gresik Boyongan Jadi PSG Pati

Klub Liga 2 Putra Sinar Giri (PSG) Gresik berubah nama menjadi Putra Safin Group (PSG) Pati setelah Saiful Arifin mengakuisisi klub tersebut.

Tayang:
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Mazka Hauzan Naufal
Pendiri PSG Gresik, Bisri Affandi, menyerahkan bendera kepada Saiful Arifin, sebagai simbol peralihan kepemilikan klub dan perubahan nama menjadi PSG Pati, Sabtu (26/12/2020). 

"Saya menghadirkan PSG Pati ini tentunya untuk kebanggaan masyarakat Pati. Di Indonesia ini, Liga 2 hanya diikuti 24 klub. Satu di antaranya ada di Pati. Itu kan hebat. Tidak semua kota punya klub yang bermain di liga profesional. Saya ingin, Pati ikut menikmati euforia persepakbolaan di level profesional," papar pria yang menjabat sebagai Wakil Bupati Pati ini.

Safin menambahkan, upaya yang ia lakukan ini juga tak lepas dari tujuan promosi daerah. Dengan adanya klub liga 2, Pati akan lebih banyak mendapat sorotan media.

"Ada banyak media promosi. Salah satunya, melalui sepak bola ini. Nanti, orang akan mulai bertanya, oh, Pati? Pati di mana? Potensinya apa sih? Kita promosikan daerah dari situ," kata dia.

Baca juga: Pulang Kampung ke Surabaya selama Tim Diliburkan, Fandi Eko Pilih Latihan Bareng Pemain Liga 2 dan 3

Baca juga: Manajemen PSCS Cilacap Ingin Ketemu LIB dan PSSI Bahas Kepastian Liga 2 2020

Baca juga: Persiapan Jelang SEA Games 2021, Dua Pemain PSIS Semarang Gabung Timnas U-22 Indonesia

Baca juga: Posisi Manajer Timnas U-19 Diduga Diperjualbelikan, Beredar Kuitansi Senilai 100 Dolar Singapura

Ditanya mengenai target, ia mengatakan bahwa dirinya tidak ingin muluk-muluk. Ia menyadari, tidak mungkin atau setidaknya sangat sulit, untuk tiba-tiba promosi ke Liga 1. Ia menyadari perlu upaya jangka panjang untuk mewujudkannya.

"Karena itu, akan kami rapikan manajemen dan sistem kepelatihan. Kemudian kami pandu bakat-bakat, terutama yang ada di desa-desa," kata dia.

Safin berharap, 2021 mendatang, kepolisian memberikan izin bergulirnya liga, sekalipun dengan penerapan protokol kesehatan ketat.

Senada, Manajer PSG Pati Doni Setiabudi menuturkan, konsentrasinya saat ini ialah membentuk klub yang lebih profesonal.

Caranya, melakukan pengelolaan manajemen yang baik, menyediakan sarana-prasarana yang baik, dan memberikan kesempatan bagi pemain muda, khususnya di Indonesia.

"Kami berencana melakukan seleksi di beberapa kota untuk memberi kesempatan pada pemain muda potensial di daerah-daerah, yang selama ini mungkin belum terjangkau," kata pria yang akrab disapa Kang Jalu ini.

Ia menyadari bahwa setiap tim pasti menginginkan promosi. Namun demikian, ia berkomitmen menguatkan pondasi tim secara keseluruhan terlebih dahulu.

Dengan demikian, ketika suatu saat promosi nanti, PSG Pati akan selalu bertahan di Liga 1. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved