Liga 2
Resmi Berganti Pemilik dan Nama, PSG Gresik Boyongan Jadi PSG Pati
Klub Liga 2 Putra Sinar Giri (PSG) Gresik berubah nama menjadi Putra Safin Group (PSG) Pati setelah Saiful Arifin mengakuisisi klub tersebut.
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI - Klub Liga 2 Putra Sinar Giri (PSG) Gresik berubah nama menjadi Putra Safin Group (PSG) Pati setelah Saiful Arifin mengakuisisi klub tersebut.
Pria yang akrab disapa Safin ini resmi menjadi pemilik PSG Pati. Sementara, jajaran manajemen dinakhodai oleh Doni Setiabudi yang akrab disapa Kang Jalu.
Pemilik pun langsung membentuk tim kepelatihan yang dipimpin pelatih kepala Ibnu Grahan.
Seremoni peluncuran PSG Pati dilakukan di The Safin Hotel, Sabtu (26/12/2020). Acara dipandu pembawa acara olahraga kondang, Tio Nugroho.
Dalam acara tersebut, PSG Pati juga mendeklarasikan julukan Laskar Kembang Joyo dan nama kelompok pendukung (supporter) Bala Yodha. Klub ini akan bermarkas di Gelora Soekarno Mojoagung, Kecamatan Trangkil.
Baca juga: Kisah Sedih Pedagang Sayur Cantik di Kabupaten Pati: Saya Gantikan Ibu, Kasihan Sedang Hamil Tua
Baca juga: Hadapi Lonjakan Kasus Saat Nataru, RSUD Soewondo Pati Dirikan Tenda Darurat di Halaman Gedung IGD
Baca juga: Kreatif, Sulap Sampah Kresek Jadi Replika Tanaman Hias, Cek Saja di Facebook Dian Bungakresek
Baca juga: Sondi Ditemukan Sudah Terbujur Kaku di Kandang Ayam, Pesta Miras Berujung Maut di Maluku
PSG Pati dijadwalkan mulai bertanding pada Februari mendatang. Tim ini akan bertanding di Grup C melawan PSPS Riau, Mitra Kukar, Martapura, Tiga Naga, dan PSIM Yogyakarta.
Pertandingan berformat home tournament ini akan berlangsung di Stadion Kaharudin Nasution, Rumbai, Pekanbaru, Riau.
Selain menghadirkan jajaran manajemen baru, dalam acara tersebut juga hadir jajaran manajemen PSG lama. Termasuk, pendiri PSG Gresik, Bisri Affandi.
Bisri percaya, Safin merupakan sosok yang mumpuni untuk membawa PSG.
"Beliau meyakinkan saya dengan progres, kepelatihan, dan sistem manajemen yang ternyata jauh lebih profesional. Jujur, saya ada rasa sedih tapi juga bangga. Saya ikhlas dan rela PSG Gresik menjadi PSG Pati. Saya lihat (di tangan Safin PSG) tiga sampai empat level lebih profesional. Saya bangga PSG di tangan yang tepat," ujar dia.
Bisri menceritakan bahwa peluncuran PSG Gresik dahulu sangat sederhana. Tempatnya hanya di warung.
Kini, dia menunjukkan apresiasinya bahwa PSG Pati bisa diluncurkan di hotel yang cukup megah.
"Sekarang, launching (klub) sekelas liga 2 bisa di hotel semegah ini. Hanya sedikit klub liga 2 yang launching-nya bisa sekelas ini. Saya pikir, saya cukup gila bakar uang untuk sepak bola. Ternyata, Kangmas Saiful Arifin jauh lebih gila bakar uangnya," kata dia.
Pada kesempatan tersebut, Bisri juga meminta maaf kepada warga Gresik atas adanya perpindahan klub ini.
Sementara, Saiful Arifin menegaskan bahwa dirinya memboyong PSG ke Pati tiada lain adalah demi menaikkan marwah Kabupaten Pati.
"Saya menghadirkan PSG Pati ini tentunya untuk kebanggaan masyarakat Pati. Di Indonesia ini, Liga 2 hanya diikuti 24 klub. Satu di antaranya ada di Pati. Itu kan hebat. Tidak semua kota punya klub yang bermain di liga profesional. Saya ingin, Pati ikut menikmati euforia persepakbolaan di level profesional," papar pria yang menjabat sebagai Wakil Bupati Pati ini.
Safin menambahkan, upaya yang ia lakukan ini juga tak lepas dari tujuan promosi daerah. Dengan adanya klub liga 2, Pati akan lebih banyak mendapat sorotan media.
"Ada banyak media promosi. Salah satunya, melalui sepak bola ini. Nanti, orang akan mulai bertanya, oh, Pati? Pati di mana? Potensinya apa sih? Kita promosikan daerah dari situ," kata dia.
Baca juga: Pulang Kampung ke Surabaya selama Tim Diliburkan, Fandi Eko Pilih Latihan Bareng Pemain Liga 2 dan 3
Baca juga: Manajemen PSCS Cilacap Ingin Ketemu LIB dan PSSI Bahas Kepastian Liga 2 2020
Baca juga: Persiapan Jelang SEA Games 2021, Dua Pemain PSIS Semarang Gabung Timnas U-22 Indonesia
Baca juga: Posisi Manajer Timnas U-19 Diduga Diperjualbelikan, Beredar Kuitansi Senilai 100 Dolar Singapura
Ditanya mengenai target, ia mengatakan bahwa dirinya tidak ingin muluk-muluk. Ia menyadari, tidak mungkin atau setidaknya sangat sulit, untuk tiba-tiba promosi ke Liga 1. Ia menyadari perlu upaya jangka panjang untuk mewujudkannya.
"Karena itu, akan kami rapikan manajemen dan sistem kepelatihan. Kemudian kami pandu bakat-bakat, terutama yang ada di desa-desa," kata dia.
Safin berharap, 2021 mendatang, kepolisian memberikan izin bergulirnya liga, sekalipun dengan penerapan protokol kesehatan ketat.
Senada, Manajer PSG Pati Doni Setiabudi menuturkan, konsentrasinya saat ini ialah membentuk klub yang lebih profesonal.
Caranya, melakukan pengelolaan manajemen yang baik, menyediakan sarana-prasarana yang baik, dan memberikan kesempatan bagi pemain muda, khususnya di Indonesia.
"Kami berencana melakukan seleksi di beberapa kota untuk memberi kesempatan pada pemain muda potensial di daerah-daerah, yang selama ini mungkin belum terjangkau," kata pria yang akrab disapa Kang Jalu ini.
Ia menyadari bahwa setiap tim pasti menginginkan promosi. Namun demikian, ia berkomitmen menguatkan pondasi tim secara keseluruhan terlebih dahulu.
Dengan demikian, ketika suatu saat promosi nanti, PSG Pati akan selalu bertahan di Liga 1. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/psg-gresik-resmi-menyandang-nama-psg-pati.jpg)