Senin, 18 Mei 2026

Berita Sepak Bola

Posisi Manajer Timnas U-19 Diduga Diperjualbelikan, Beredar Kuitansi Senilai 100 Dolar Singapura

Kabar jual beli jabatan untuk posisi manajer timnas U-19 Indonesia beredar selah muncul kuitansi senilai Rp 100 ribu dolar Singapura atau Rp 1 miliar.

Tayang:
Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PSSI.ORG
Timnas U-19 Indonesia foto bersama saat menjalani sesi gym pemusatan latihan di Kroasia. 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Kabar jual beli jabatan untuk posisi manajer timnas U-19 Indonesia beredar selah muncul kuitansi senilai Rp 100 ribu dolar Singapura atau sekitar Rp 1 miliar.

Kuitansi tersebut diduga dari Achmad Haris dan diterima Djoko Purwoko.

Beragam spekulasi pun muncul, satu di antaranya, uang tersebut untuk melobi posisi manajer timnas U-19 Indonesia di Piala Dunia U-20 2021.

Padahal, di kertas penyerahan uang itu, tertera tulisan pemesanan tiket Piala Dunia U-20.

Kabar angin pun beredar bahwa Achmad Haris menyetorkan uang itu agar Dodi Reza Alex Noerdin bisa menjadi manajer timnas U-19 Indonesia.

Baca juga: Persiapan Jelang SEA Games 2021, Dua Pemain PSIS Semarang Gabung Timnas U-22 Indonesia

Baca juga: Sudah Tiba di Indonesia, Hari Ini Shin Tae-yong Pimpin Latihan Timnas di Stadion Madya Jakarta

Baca juga: Cerita Pratama Arhan Alief, Pemain PSIS Semarang Ini Sempat Minder di Timnas Indonesia

Baca juga: Pelatih Shin Tae-yong Coret 2 Pemain Timnas U-19, Ada Nama Serdy Ephy Fano Lagi

Achmad Haris dan Alex Noerdin bukanlah dua pihak asing. Keduanya pernah bersama dalam manejemen Sriwijaya FC.

Saat itu, Alex Noerdin selaku bos Sriwijaya FC. Sementara Achmad Haris sebagai Sekretaris Tim Sriwijaya FC.

Terkait kabar jual beli jabatan itu, Achmad Haris dengan tegas membantah.

"Sekarang gini ya, yang tertera di kuitansi itu apa tulisannya? Itu tiket Piala Dunia dan cuma sekadar bisnis," kata Achmad Haris kepada awak media, dikutip dari Bolasport.com, Senin (21/12/2020).

"Apa salah kalau mau berbisnis? Saya tidak tahu apa-apa soal isu yang lain. Sekarang tinggal dilihat saja apa itu keterangan di kuitansinya," ucap sosok yang saat ini menjadi pengurus di klub Liga 2, Muba United, itu.

Sekali lagi, Achmad Haris mengatakan bahwa kuitansi tersebut hanya bisnis untuk pemesanan tiket.

Menurut Haris, tuduhan-tuduhan seperti itu di sepak bola sudah biasa.

"Saya bukan orang politik, ini paling cuma politik orang-orang yang tidak suka dengan Pak Dodi," tandas Haris.

Intrik Politik

Sementara itu, Djoko Purwoko juga memberikan tanggapannya terkait hal tersebut.

Sumber: BolaSport.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved