PSIS Semarang
PSIS Semarang Dijatuhi Sanksi FIFA Tak Boleh Daftarkan Pemain hingga 3 Periode Transfer
PSIS Semarang dijatuhi sanksi FIFA larangan transfer pemain baru. Manajemen buru eks pemain pelapor demi amankan kuota Liga 1 musim depan.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: Rustam Aji
Ringkasan Berita:
- Manajemen PSIS Semarang memastikan tengah bergerak cepat menyelesaikan sengketa yang berujung pada sanksi larangan pendaftaran pemain dari FIFA
- Sikap tersebut disampaikan setelah nama PSIS tercantum dalam daftar sanksi FIFA berupa larangan mendaftarkan pemain baru hingga tiga periode transfer akibat adanya laporan yang masuk ke FIFA pada 28 Mei 2026.
- Chief Operating Officer (COO) PSIS Semarang Fariz Julinar mengakui pihaknya telah mengetahui persoalan tersebut sejak beberapa hari terakhir
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG — Manajemen PSIS Semarang langsung bergerak cepat memburu identitas mantan pemain yang melayangkan gugatan ke FIFA, menyusul turunnya surat resmi sanksi FIFA terkait larangan transfer pemain baru yang mengancam persiapan pembentukan skuad Laskar Mahesa Jenar untuk kompetisi Liga 1 musim depan.
Langkah taktis ini diambil setelah induk organisasi sepak bola dunia tersebut merilis daftar sanksi per 28 Mei 2026, yang membekukan aktivitas pendaftaran pemain anyar PSIS Semarang hingga tiga periode transfer berturut-turut.
Hukuman berat ini sontak memicu kekhawatiran besar di kalangan suporter, mengingat klub kesayangan warga Semarang ini sedang dalam fase krusial berburu pilar baru demi mendongkrak performa di musim depan.
Manajemen Ungkap Akar Sengketa Pemain PSIS Era Lama
Chief Operating Officer (COO) PSIS Semarang, Fariz Julinar, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mendeteksi memo internal FIFA tersebut sejak beberapa hari lalu.
Ia menegaskan jajaran direksi tidak tinggal diam dan sedang mengupayakan jalur penyelesaian cepat agar pembatasan regulasi ini bisa segera dicabut sebelum jendela transfer nasional resmi dibuka.
Baca juga: Eks CEO PSIS Semarang Digugat, Dugaan Wanprestasi Pinjam Meminjam Uang Senilai Rp 16 Miliar
"Untuk masalah FIFA saya sudah mengetahui beberapa hari lalu ya. Pihak manajemen sedang proses untuk menyelesaikan sengketa yang ada agar ke depan tidak mengganggu kesiapan tim kita untuk mencapai targetnya," ujar Fariz saat memberikan keterangan resmi pada Minggu (31/5/2026).
Di sisi lain, manajemen baru mengklarifikasi bahwa sanksi larangan transfer pemain ini sama sekali tidak berkaitan dengan tata kelola keuangan maupun pembayaran hak-hak ofisial pada masa kepemimpinan mereka saat ini.
Seluruh kewajiban finansial diklaim telah dituntaskan secara bersih tanpa tunggakan.
Kejar Identitas Pelapor Demi Amankan Pendaftaran Pemain Baru
Asisten Manajer PSIS Semarang, Reza, membeberkan bahwa berdasarkan penelusuran awal, sengketa finansial yang berujung pada hukuman global ini diduga kuat berakar dari kelalaian administrasi pada era kepengurusan klub terdahulu.
Pihaknya kini tengah melakukan audit legalitas dan komunikasi intensif untuk mengidentifikasi pokok perkara dan sosok eks penggawa Mahesa Jenar yang melapor.
Baca juga: Perkuat Sinergi, Ponpes Sunan Gunung Jati Gelar Silaturahmi Ulama dan Umara Hadapi Provokasi Digital
"Kita masih kroscek karena selama kepemilikan Pak Fariz dan Bu Datu semua pemain, pelatih, dan official selalu mendapatkan hak-haknya. Ini kan terkait laporan dari pemain-pemain yang lama. Kita masih proses untuk bisa tahu pelaporan dari siapa dan kasusnya apa," kata Reza menambahkan.
Saat ini, manajemen PSIS terus mematangkan koordinasi dengan kuasa hukum serta pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan sengketa pemain PSIS tersebut.
Melalui respons tanggap ini, manajemen optimistis sanksi FIFA dapat dianulir dalam waktu dekat, sehingga agenda perombakan tim serta pendaftaran pemain baru untuk mengarungi ketatnya persaingan transfer pemain Liga 1 tidak terhambat.(arl)
| Perkuat Sinergi, Ponpes Sunan Gunung Jati Gelar Silaturahmi Ulama dan Umara Hadapi Provokasi Digital |
|
|---|
| Sindikat Pencurian Mobil Pekalongan Digulung di Pemalang, Mobilio Milik Korban Berhasil Diamankan |
|
|---|
| Pegawai Resign Usai Jual Produk Fiktif, 13 Pensiunan Rugi 1,8 Miliar |
|
|---|
| Cegah Kreak, Polrestabes Semarang Gelar Operasi Besar-besaran. Terjunkan 760 Personel Gabungan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/10032026-latihan-psis-semarang.jpg)